ilustrasi suasana di bioskop (pexels.com/Tima Miroshnichenko)
Menurut laporan Outlook Business yang mengutip Forbes, salah satu unit yang terdampak besar adalah Marvel, dengan pengurangan tenaga kerja di kantor New York dan Burbank yang mencakup produksi film dan televisi, komik, waralaba, keuangan, serta hukum. Hampir seluruh tim pengembangan visual di Marvel Studios ikut terkena, termasuk para seniman, ilustrator, perancang karakter dan lingkungan, serta spesialis teknis yang berperan dalam tampilan produksi film seperti The Avengers, Guardians of the Galaxy, dan Daredevil, dengan banyak di antaranya telah bekerja lebih dari satu dekade.
Sebagian besar anggota departemen tersebut kini diberhentikan, menyisakan kelompok kecil staf produksi tetap yang akan merekrut pekerja lepas berdasarkan proyek. Kebijakan ini berkaitan dengan keputusan untuk mengurangi jumlah produksi film Marvel Studios sekaligus bagian dari efisiensi biaya di Walt Disney Company, sementara laporan menyebut kecerdasan buatan (AI) tak terlibat dalam pemutusan kerja tersebut.
Pengurangan tenaga kerja juga terjadi di studio Hollywood lain, termasuk Warner Bros Discovery dan Paramount Skydance yang melakukan PHK besar. Paramount Skydance memangkas sekitar 2 ribu pekerjaan setelah diakuisisi perusahaan milik David Ellison, sedangkan Sony Pictures Entertainment mengumumkan rencana penghapusan ratusan posisi, dan Ellison menyampaikan kemungkinan PHK lanjutan jika merger antara Paramount dan Warner Bros Discovery disetujui pemegang saham serta regulator.
Walt Disney Company menegaskan bahwa keputusan ini tidak mencerminkan kinerja individu karyawan yang terdampak maupun kekuatan keseluruhan perusahaan. Laporan mengenai kebijakan tersebut pertama kali diungkap oleh The Wall Street Journal.