Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Efisiensi Besar, Disney PHK Seribu Tenaga Kerja di Banyak Unit
logo Disney (unsplash.com/Kéoma Oran)
  • Disney mengumumkan pengurangan sekitar seribu posisi di berbagai divisi sebagai langkah efisiensi di bawah kepemimpinan CEO baru, Josh D’Amaro, untuk menyesuaikan diri dengan dinamika industri hiburan yang cepat.
  • Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi menghadapi tekanan global seperti penurunan performa televisi tradisional dan persaingan ketat layanan streaming, setelah sebelumnya Disney memangkas 7 ribu pekerjaan pada 2023.
  • Divisi Marvel terdampak signifikan dengan pemangkasan besar pada tim produksi film, televisi, dan komik di New York serta Burbank, seiring pengurangan jumlah produksi dan upaya efisiensi biaya perusahaan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Chief Executive Officer (CEO) baru Walt Disney Company, Josh D’Amaro, mengungkap rencana pengurangan sekitar seribu posisi di seluruh lini perusahaan. Informasi tersebut disampaikan lewat email internal serta memo kepada karyawan pada Selasa (14/4/2026).

D’Amaro, yang mulai menjabat sejak Februari menggantikan Bob Iger dan sebelumnya memimpin unit taman hiburan, memaparkan alasan di balik kebijakan tersebut karena dinamika industri hiburan yang bergerak cepat.

“Mengingat laju industri kami yang bergerak cepat, hal ini mengharuskan kami untuk terus menilai bagaimana membina tenaga kerja yang lebih tangkas dan didukung teknologi untuk memenuhi kebutuhan esok hari. Akibatnya, kami akan menghapus peran di beberapa bagian perusahaan,” kata D’Amaro dalam memo tersebut, dikutip The Guardian.

1. Perusahaan sederhanakan operasi di berbagai divisi

ilustrasi Disneyland (pexels.com/Craig Adderley)

D’Amaro menjelaskan bahwa dalam beberapa bulan terakhir Disney berupaya merapikan struktur operasional di berbagai unit. Langkah ini ditujukan agar perusahaan tetap mampu menghadirkan karya kreatif dan inovasi kelas dunia sesuai ekspektasi penggemar.

Adapun pemangkasan tenaga kerja mencakup sejumlah sektor penting, termasuk tim pemasaran yang telah mengalami restrukturisasi sejak Januari. Selain itu, pengurangan juga terjadi pada unit studio dan televisi, ESPN, divisi produk serta teknologi, hingga fungsi korporat lain, sementara pemberitahuan kepada karyawan terdampak sudah mulai dilakukan sejak minggu ini.

2. Disney hadapi tekanan industri hiburan global

aplikasi Youtube (pexels.com/Szabó Viktor)

Langkah pengurangan tenaga kerja ini menjadi bagian dari strategi Walt Disney Company dalam merespons tekanan di industri hiburan. Perusahaan menghadapi penurunan performa televisi tradisional, pendapatan box office yang melemah, serta kompetisi ketat dari platform seperti Amazon dan YouTube, sementara layanan streaming belum menghasilkan keuntungan setara televisi konvensional sebelumnya.

Kebijakan ini juga menjadi PHK besar pertama sejak D’Amaro menjabat sebagai CEO. Sebelumnya pada 2023, Disney memangkas sekitar 7 ribu pekerjaan guna menghemat 5,5 miliar dolar AS (setara Rp93,5 triliun) di tengah tekanan investor aktivis Nelson Peltz dan kerugian bisnis streaming, sehingga sejak 2022 total lebih dari 8 ribu posisi telah dihapus, sedangkan hingga akhir 2025 jumlah karyawan masih berkisar 230-231 ribu orang.

3. Divisi Marvel alami dampak pemangkasan signifikan

ilustrasi suasana di bioskop (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Menurut laporan Outlook Business yang mengutip Forbes, salah satu unit yang terdampak besar adalah Marvel, dengan pengurangan tenaga kerja di kantor New York dan Burbank yang mencakup produksi film dan televisi, komik, waralaba, keuangan, serta hukum. Hampir seluruh tim pengembangan visual di Marvel Studios ikut terkena, termasuk para seniman, ilustrator, perancang karakter dan lingkungan, serta spesialis teknis yang berperan dalam tampilan produksi film seperti The Avengers, Guardians of the Galaxy, dan Daredevil, dengan banyak di antaranya telah bekerja lebih dari satu dekade.

Sebagian besar anggota departemen tersebut kini diberhentikan, menyisakan kelompok kecil staf produksi tetap yang akan merekrut pekerja lepas berdasarkan proyek. Kebijakan ini berkaitan dengan keputusan untuk mengurangi jumlah produksi film Marvel Studios sekaligus bagian dari efisiensi biaya di Walt Disney Company, sementara laporan menyebut kecerdasan buatan (AI) tak terlibat dalam pemutusan kerja tersebut.

Pengurangan tenaga kerja juga terjadi di studio Hollywood lain, termasuk Warner Bros Discovery dan Paramount Skydance yang melakukan PHK besar. Paramount Skydance memangkas sekitar 2 ribu pekerjaan setelah diakuisisi perusahaan milik David Ellison, sedangkan Sony Pictures Entertainment mengumumkan rencana penghapusan ratusan posisi, dan Ellison menyampaikan kemungkinan PHK lanjutan jika merger antara Paramount dan Warner Bros Discovery disetujui pemegang saham serta regulator.

Walt Disney Company menegaskan bahwa keputusan ini tidak mencerminkan kinerja individu karyawan yang terdampak maupun kekuatan keseluruhan perusahaan. Laporan mengenai kebijakan tersebut pertama kali diungkap oleh The Wall Street Journal.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team