- RHS (Pendapatan dan Ilmu Kesehatan) — karyawan menggambarkan pengurangan tenaga kerja setidaknya 30 persen, dengan 16 atau lebih insinyur dari masing-masing unit bisnis diberhentikan dalam satu tindakan.
- SVOS (SaaS dan Layanan Operasi Virtual) — ada laporan pengurangan sebesar 30 persen atau lebih, dengan peran setingkat manajer termasuk dalam pengurangan tersebut.
- Pusat Pengembangan NetSuite di India (IDC) — PHK mencakup peran manajemen proyek, kontributor individu, dan manajer di berbagai tingkatan senioritas.
Oracle PHK 30 Ribu Karyawan Lewat Email

- Oracle melakukan PHK massal terhadap sekitar 20–30 ribu karyawan di berbagai negara untuk memangkas biaya operasional, menjadikannya pemutusan terbesar dalam sejarah perusahaan.
- Departemen RHS, SVOS, dan NetSuite IDC menjadi yang paling terdampak dengan pengurangan tenaga kerja hingga 30 persen, mencakup berbagai level posisi termasuk manajer dan insinyur.
- Langkah cepat ini terkait strategi Oracle membebaskan arus kas hingga 10 miliar dolar AS guna mendanai ekspansi besar-besaran pusat data AI di tengah tekanan utang dan penurunan nilai saham.
Jakarta, IDN Times - Perusahaan teknologi global, Oracle melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) puluhan ribu karyawannya sejak Selasa (31/3/2026) lalu. Tujuan dari layoff tersebut adalah untuk memotong biaya operasional perusahaan.
Para karyawan Oracle dikejutkan dengan notifikasi email yang mendarat di kotak masuk mereka tepat pukul 6 pagi. Email itu berisi sebuah pemberitahuan bahwa karier mereka di Oracle telah berakhir.
Isi email tersebut pun diungkapkan Business Insider dalam artikel yang diunggah pada Selasa (31/3/2026).
"Setelah pertimbangan seksama tentang kebutuhan bisnis Oracle saat ini, kami telah membuat keputusan untuk menghapus peran Anda sebagai bagian dari perubahan organisasi yang lebih luas. Sebagai hasilnya, hari ini adalah hari terakhir Anda bekerja," begitu bunyi email dari Oracle.
1. Ada 20 ribu hingga 30 ribu karyawan kena PHK

Menurut para analis, apa yang dilakukan Oracle merupakan PHK terbesar dalam sejarah perusahaan dengan perkiraan korban PHK mencapai 20 ribu hingga 30 ribu orang. Angka tersebut sekitar 18 persen dari total karyawan global Oracle yang berjumlah 162 ribu orang.
Mengutip The Times of India, para pekerja di Amerika Serikat (AS), India, dan wilayah lain semuanya melaporkan menerima pemberitahuan PHK yang sama, pada jam sama dan dikirim atas nama " Oracle Leadership."
2. Departemen paling terdampak akibat PHK

Berdasarkan laporan yang dibagikan di Reddit dan Blind, PHK terjadi secara luas dan di beberapa unit sangat parah. Di antara tim yang dilaporkan paling terdampak adalah:
The Times of India melaporan, setidaknya satu manajer dipastikan termasuk di antara mereka yang diberhentikan. Sementara itu, karyawan yang terdampak di India mengatakan bahwa struktur pesangon diperkirakan akan mengikuti formula standar berdasarkan masa kerja, yang dibayarkan dalam hitungan bulan.
Namun, setiap unit saham terbatas yang belum jatuh tempo langsung hangus. Para pekerja dengan saham yang telah dijamin hak kepemilikannya diberitahu bahwa mereka akan tetap memiliki akses ke saham tersebut melalui Fidelity.
3. Alasan PHK dilakukan Oracle begitu cepat

PHK terkait langsung dengan ekspansi Oracle yang agresif dan sarat utang ke dalam infrastruktur akal imitasi (AI). Menurut analisis dari TD Cowen, pemangkasan pekerjaan ini diperkirakan akan membebaskan arus kas antara 8 miliar dolar AS hingga 10 miliar dolar AS, uang yang sangat dibutuhkan perusahaan untuk mendanai pembangunan besar-besaran pusat data AI.
Gambaran keuangan seputar ekspansi tersebut sangat mencolok. Oracle telah mengambil utang baru sebesar 58 miliar dolar AS hanya dalam dua bulan. Sahamnya telah kehilangan lebih dari setengah nilainya sejak mencapai puncaknya pada September 2025.
Beberapa bank AS dilaporkan telah menarik diri dari pembiayaan beberapa proyek pusat datanya. Semua ini terjadi bahkan ketika perusahaan mencatatkan lonjakan laba bersih sebesar 95 persen, mencapai 6,13 miliar dolar AS pada kuartal lalu.

















