Jakarta, IDN Times - Menteri Hukum dan Publik El Salvador, Gustavo Villatoro, pada Selasa (6/1/2026), mengumumkan bahwa kasus pembunuhan di negaranya mencapai yang terendah dalam sejarah. Penurunan disebut karena kebijakan pemerintah meringkus geng kriminal.
Sejak Maret 2022, El Salvador sudah menerjunkan personel militer ke jalan untuk meringkus geng kriminal. Langkah ini disebut efektif untuk menekan kasus kekerasan dan pembunuhan imbas aktivitas geng kriminal di negara Amerika Tengah tersebut.
Namun, kebijakan Presiden El Salvador, Nayib Bukele ini memicu kritikan dari aktivis kemanusiaan. Sebab, terdapat laporan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) atas kasus salah tangkap dan buruknya kondisi di dalam penjara.
