Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi bendera El Salvador
ilustrasi bendera El Salvador (unsplash.com/aboodi_vm)

Intinya sih...

  • Kasus pembunuhan turun menjadi 1,3 per 100 ribu orang

  • Bukele sebut mayoritas kasus pembunuhan imbas masalah domestik

  • El Salvador jadi negara paling aman di Benua Amerika

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Hukum dan Publik El Salvador, Gustavo Villatoro, pada Selasa (6/1/2026), mengumumkan bahwa kasus pembunuhan di negaranya mencapai yang terendah dalam sejarah. Penurunan disebut karena kebijakan pemerintah meringkus geng kriminal. 

Sejak Maret 2022, El Salvador sudah menerjunkan personel militer ke jalan untuk meringkus geng kriminal. Langkah ini disebut efektif untuk menekan kasus kekerasan dan pembunuhan imbas aktivitas geng kriminal di negara Amerika Tengah tersebut. 

Namun, kebijakan Presiden El Salvador, Nayib Bukele ini memicu kritikan dari aktivis kemanusiaan. Sebab, terdapat laporan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) atas kasus salah tangkap dan buruknya kondisi di dalam penjara. 

1. Kasus pembunuhan turun menjadi 1,3 per 100 ribu orang

Villatoro mengungkapkan bahwa kasus pembunuhan di El Salvador sepanjang 2025 turun menjadi 1,3 per 100 ribu orang dengan total 82 kasus pembunuhan. Angka ini turun dibanding 2024 yang mencapai dari 1,9 per 100 ribu orang dengan total 114 kasus pembunuhan. 

Penurunan ini disebut karena kebijakan pemerintah yang mempertahankan pemberantasan geng kriminal sepanjang 2025. Pemerintah menyebut bahwa sudah ada 1.100 hari tanpa kasus pembunuhan di El Salvador sejak Bukele memimpin dan 988 hari sejak diberlakukan keadaan darurat. 

Kebijakan ini membuat hampir 91 ribu orang ditangkap atas tuduhan anggota geng kriminal. Namun, sebanyak 8 ribu di antaranya dibebaskan setelah terbukti tidak terlibat kasus kriminal atau menjadi anggota geng kriminal. 

2. Bukele sebut mayoritas kasus pembunuhan imbas masalah domestik

Pada saat yang sama, Bukele menyebut bahwa kasus pembunuhan di El Salvador 90 persen disebabkan oleh kekerasan domestik atau kekerasan dalam rumah tangga. Selain itu, terdapat kasus pembunuhan akibat pengaruh alkohol. 

“Sekitar 90 persen kasus pembunuhan karena masalah kekerasan dalam rumah tangga dan pengaruh alkohol. Kasus seperti itu adalah yang paling sulit untuk dicegah dan polisi tidak dapat ikut campur dalam urusan rumah tangga,” ujarnya, dikutip dari EFE.

Bukele menyebut bahwa geng kriminal MS-13 sebelumnya mengontrol 80 persen dari teritori nasional. Mereka mendapatkan pemasukan dari pemerasan kepada ribuan rakyat El Salvador, terutama pada pedagang dan pengemudi. 

3. El Salvador jadi negara paling aman di Benua Amerika

Bukele menyampaikan bahwa saat ini sudah tidak ada lagi area yang tidak aman di El Salvador dan menjadi yang paling aman di Benua Amerika. Menurutnya, hampir tidak ada lagi rakyat El Salvador yang diperas oleh anggota geng kriminal. 

“Dengan kata lain, kita sudah berubah dari awalnya ibu kota pembunuhan menjadi negara teraman di Benua Amerika. Kita sedang mengupayakan mengubah El Salvador menjadi salah satu negara teraman di dunia,” terangnya. 

Bukele menambahkan, El Salvador mampu menunjukkan bahwa negaranya lebih aman dibanding Amerika Serikat (AS) pada 2023. Sedangkan pada 2024, negara Amerika Tengah itu mampu melampaui Kanada dan tahun ini turun 30 persen yang lebih rendah dibanding sejumlah negara Eropa. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team