Tragedi di Kerzers ini menjadi pukulan berat bagi warga Swiss, apalagi kejadian ini hanya berselang dua bulan setelah kebakaran besar di sebuah bar ski yang menewaskan puluhan orang. Para korban dalam musibah bus ini berusia antara 17 hingga 65 tahun, mulai dari pelajar hingga pekerja yang sedang dalam perjalanan pulang.
Presiden Swiss, Guy Parmelin, secara resmi menyampaikan rasa duka yang sangat mendalam atas peristiwa memilukan tersebut. Ia juga menegaskan bahwa doa serta dukungannya selalu menyertai keluarga korban dan petugas penyelamat yang telah bekerja keras di lokasi.
"Hal ini mengejutkan dan menyedihkan bagi saya karena sekali lagi orang-orang kehilangan nyawa dalam kebakaran serius di Swiss," ujar Presiden Parmelin, dilansir Associated Press.
Pihak pengelola bus, PostBus, menyatakan sangat terkejut dan berkomitmen untuk bekerja sama sepenuhnya dengan pihak berwenang. Mereka akan mengevaluasi kembali standar keamanan pada armada bus kuning yang selama ini menjadi transportasi utama di daerah pedesaan Swiss. Direktur Utama PostBus, Stefan Regli, menyebut insiden ini sebagai tragedi yang mengerikan dan menyampaikan rasa simpati kepada semua orang yang terdampak. Selain bantuan medis bagi korban luka, pemerintah daerah juga menyediakan layanan bantuan psikologis bagi para korban selamat dan saksi mata guna membantu memulihkan trauma mereka.
Sebagai bentuk rasa peduli, masyarakat setempat membangun tempat peringatan darurat di dekat lokasi kebakaran dengan meletakkan bunga dan lilin. Hal ini dilakukan sebagai penghormatan terakhir bagi para korban, sementara gereja-gereja di wilayah tersebut mengadakan ibadah doa bersama. Mereka mendoakan agar korban yang terluka segera sembuh dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.