Teheran kemudian membalas dengan melancarkan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel dan beberapa negara Teluk yang menampung aset militer AS. Swiss pun mendesak semua pihak untuk meredakan ketegangan dan kembali menempuh jalur diplomasi.
Konflik Timur Tengah, Swiss Tutup Sementara Kedubesnya di Iran

- Swiss menutup sementara Kedutaan Besar di Teheran dan mengevakuasi seluruh stafnya karena meningkatnya risiko keamanan akibat perang di Timur Tengah.
- Meskipun kedutaan ditutup, Swiss tetap menjalankan perannya sebagai perantara komunikasi antara Amerika Serikat dan Iran serta menjaga fungsi konsuler dasar.
- Setelah serangan saling balas antara AS, Israel, dan Iran yang menewaskan lebih dari 1.300 orang, Swiss menyerukan deeskalasi konflik dan kembalinya jalur diplomasi.
Jakarta, IDN Times - Swiss, pada Rabu (11/3/2026), mengumumkan telah menutup sementara kedutaannya di Teheran, Iran, dan mengevakuasi staf diplomatiknya yang tersisa. Keputusan ini diambil karena meningkatnya risiko keamanan di tengah perang yang sedang berlangsung di Timur Tengah.
“Akibat serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran dan serangan Iran ke berbagai negara di Timur Tengah, keamanan staf di kedutaan Swiss di Teheran tidak lagi dapat dijamin,” demikian pernyataan yang dikeluarkan oleh Kementerian Luar Negeri Swiss, dikutip dari Anadolu.
Kementerian menyebutkan bahwa duta besar Swiss untuk Iran, Olivier Bangerter, dan lima staf Swiss lainnya telah meninggalkan negara itu melalui jalur darat pada Rabu pagi. Mereka akan kembali ke Teheran setelah situasi memungkinkan.
1. Swiss tetap berkomitmen menjalankan perang sebagai perantara AS-Iran

Meskipun kedutaan ditutup, Swiss mengatakan akan tetap menjalankan perannya sebagai perantara antara AS dan Iran.
“Sebagai bagian dari upaya diplomasi, Swiss akan terus menjaga jalur komunikasi terbuka antara Amerika Serikat dan Iran, dengan berkonsultasi dengan kedua negara tersebut,” kata kementerian.
Pernyataan itu juga menyebutkan bahwa AS dan Iran telah diberitahu mengenai penutupan sementara kedutaan dan kepergian stafnya. Kedutaan Besar Swiss di Teheran menangani seluruh urusan konsuler antara AS dan Iran, termasuk permohonan paspor, perubahan status sipil, dan perlindungan konsuler bagi warga negara AS yang berada di Iran.
“Swiss akan tetap siap menyalurkan komunikasi yang dianggap berguna oleh kedua pihak. Mandat protecting power, di mana Swiss mewakili kepentingan AS di Iran, dapat dilaksanakan secara independen di mana pun lokasi geografisnya," tambahnya.
2. Swiss membantu menjaga hubungan diplomatik dan konsuler AS-Iran pada tingkat minimum

Dikenal karena netralitasnya, Swiss telah mewakili kepentingan AS di Iran sejak Washington memutuskan hubungan dengan Teheran setelah krisis penyanderaan pada 1980, setahun setelah revolusi Iran.
Dalam perannya sebagai kekuatan pelindung, Swiss selama beberapa dekade memungkinkan kedua negara yang berseteru itu tetap mempertahankan hubungan diplomatik dan konsuler pada tingkat minimum, dilansir dari The New Arab.
"Berdasarkan mandat protecting power, Swiss dapat menawarkan untuk bertindak sebagai perantara atas inisiatifnya sendiri atau dapat memenuhi fungsi ini atas permintaan pihak-pihak terkait, asalkan semua pihak yang terlibat menyetujuinya,” tulis Kementerian Luar Negeri Swiss dalam situs webnya.
3. Swiss serukan deeeskalasi perang

AS dan Iran sebelumnya menggelar putaran ketiga perundingan tidak langsung melalui mediator Oman mengenai program nuklir Iran di kota Jenewa, Swiss, pada 26 Februari. Dua hari kemudian, AS dan Israel melancarkan gelombang pertama serangan terhadap Iran, yang sejauh ini telah menewaskan lebih dari 1.300 orang, termasuk pemimpin tertinggi negara itu, Ali Khamenei.













