bendera Peru (unsplash.com/Sergio Zambrano)
Kongres Peru harus segera memilih ketua parlemen baru untuk mengisi kekosongan kursi kepresidenan. Pemungutan suara dijadwalkan berlangsung pada Rabu waktu setempat setelah partai-partai politik mendaftarkan kandidat. Fernando Rospigliosi, pejabat ketua Kongres saat ini, menolak mengambil alih jabatan presiden secara otomatis.
Pemimpin baru nantinya hanya akan menjabat hingga 28 Juli 2026, tanggal serah terima jabatan kepada pemenang pemilu. Jeri sendiri harus kembali ke posisinya semula sebagai legislator biasa hingga masa jabatan parlemen berakhir.
Dinamika politik ini terjadi kurang dari dua bulan sebelum pemilihan umum presiden dan kongres pada 12 April 2026. Rafael Lopez Aliaga, seorang pengusaha konservatif, memimpin jajak pendapat di tengah ramainya bursa calon presiden. Keiko Fujimori juga kembali mencalonkan diri dan bersaing ketat untuk memperebutkan suara pemilih yang masih bimbang.
Pengamat menilai pemakzulan Jeri lebih didasari oleh perhitungan elektoral partai politik daripada penegakan moral.
"Cukup banyak anggota parlemen menyimpulkan bahwa dukungan mereka terhadap Jeri akan merugikan mereka dalam pemilu, jadi mereka harus bertindak," kata Michael Shifter, presiden Inter-American Dialogue, dilansir CNA.