Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Gara-gara Tarif, Trump Bisa Lebih Cepat Serang Iran
potret Presiden Amerika Serikat Donald Trump (whitehouse.gov)
  • Mahkamah Agung AS memutuskan Donald Trump melanggar hukum federal terkait tarif global, memicu tekanan politik domestik yang bisa berdampak pada kebijakan luar negeri Washington terhadap Iran.
  • Pakar hubungan internasional Fawaz Gerges menilai tekanan dalam negeri dapat mendorong Trump mengambil langkah militer terhadap Iran, mengikuti pola historis presiden AS yang mengalihkan isu domestik ke luar negeri.
  • AS disebut telah meningkatkan pengerahan militer terbesar di Timur Tengah sejak 2003, menunjukkan keseriusan strategis Washington di tengah ketegangan politik dan ekonomi yang melibatkan pemerintahan Trump.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Putusan Mahkamah Agung Amerika Serikat (AS) yang menyatakan Presiden Donald Trump melanggar hukum federal dalam penerapan tarif global, memunculkan spekulasi baru mengenai dampaknya terhadap kebijakan luar negerinya. Pakar hubungan internasional menilai tekanan domestik yang dihadapi Trump bisa saja mempercepat keputusan untuk mengambil langkah militer terhadap Iran.

"Yang saya khawatirkan adalah tantangan domestik Presiden Trump pada dasarnya bisa mempercepat keputusan untuk menyerang Iran,” kata profesor Hubungan Internasional di London School of Economics and Political Science (LSE), Fawaz Gerges, dikutip dari CNN, Minggu (22/2/2026).

1. Tekanan domestik dan pola historis AS

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (www.whitehouse.gov)

Gerges mengatakan, dalam sejarah politik Amerika Serikat, presiden kerap menghadapi godaan untuk mengalihkan perhatian publik dari persoalan dalam negeri melalui langkah-langkah di luar.

"Secara historis, presiden Amerika cenderung mengalihkan perhatian dari masalah domestik dengan melakukan serangan di luar negeri. Ini sudah menjadi polanya," ujarnya.

Dia menyatakan, masih perlu dilihat apakah putusan Mahkamah Agung tersebut akan secara langsung memengaruhi keputusan Trump terhadap Iran. Sebab, selama ini kenaikan tarif perdagangan internasional menjadi agenda penting dalam pemerintahan Trump.

"Kita harus menunggu dan melihat apakah keputusan Mahkamah Agung pada dasarnya akan memiliki pengaruh langsung terhadap keputusan Presiden Trump untuk menyerang Iran," kata Gerges.

2. Pengerahan militer AS di Timur Tengah

Kapal Perang AS melintas di Selat Hormuz. (commons.wikimedia.org/Petty Officer 2nd Class Matthew Riggs/U.S. Navy)

Selain faktor politik domestik, Gerges juga menyoroti peningkatan kehadiran militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Amerika Serikat, kata dia, telah membangun kehadiran militer yang besar di wilayah tersebut, sehingga situasinya tidak bisa dianggap sederhana.

"Ini bukan permainan yang sederhana," ujarnya.

Menurut Gerges, pengerahan tersebut merupakan yang terbesar dalam dua dekade terakhir.

"Ini adalah pengerahan militer Amerika paling signifikan di Timur Tengah sejak Amerika Serikat menginvasi dan menduduki Irak pada 2003," katanya.

3. Sinyal Trump untuk redam kekalutan domestik

potret bendera Iran (unsplash.com/Akbar Nemati)

Gerges menilai besarnya kekuatan militer yang ditempatkan menunjukkan keseriusan tertentu dalam perhitungan strategis Washington. Pengerahan sebesar itu kemungkinan tidak dilakukan tanpa tujuan strategis yang jelas.

"Ini benar-benar kekuatan militer yang nyata. Biayanya miliaran dolar. Kecuali Presiden Trump benar-benar berniat, pada dasarnya, untuk menyerang Iran, saya sangat meragukan dia akan mengerahkan kekuatan militer yang begitu besar dan mahal," kata Gerges.

Meski demikian, dia tidak menyatakan serangan pasti akan terjadi. Gerger malah menekankan, dinamika politik domestik dan kalkulasi geopolitik dapat saling memengaruhi dalam proses pengambilan keputusan di Washington.

Editorial Team