Hasil analisis awal dari kementerian pertahanan Qatar dan Turki memastikan bahwa kecelakaan fatal di perairan regional Qatar disebabkan oleh kegagalan fungsi teknis secara mendadak. Insiden ini terjadi saat helikopter sedang menjalankan fase penerbangan rutin dalam rangkaian latihan instruksional.
"Helikopter Qatar mengalami gangguan teknis saat menjalankan tugas rutin, hingga jatuh di perairan wilayah negara ini," ungkap pihak Kementerian Pertahanan Qatar, dilansir India Today.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa kecelakaan ini murni merupakan kegagalan mekanis atau sistemik, bukan karena intervensi pihak luar atau aktivitas permusuhan. Saat kejadian, helikopter tersebut sedang mengikuti program kesiapan tempur di bawah Komando Pasukan Gabungan Qatar-Turki.
Meskipun laporan awal berfokus pada gangguan teknis, tim ahli kedirgantaraan masih mendalami kemungkinan adanya kerusakan pada sistem avionik atau kegagalan mesin yang bersifat fatal. Kondisi tersebut diduga membuat pilot tidak sempat melakukan prosedur pendaratan darurat di permukaan air secara aman.
Kini, proses penyelidikan mencakup peninjauan terhadap catatan perawatan berkala pesawat. Tim investigasi ingin memastikan apakah ada riwayat gangguan serupa sebelumnya. Hal ini penting mengingat helikopter militer yang beroperasi di lingkungan dengan kadar garam tinggi, seperti perairan teluk, sangat rentan terhadap korosi dan kerusakan komponen mekanis yang bisa memicu malfungsi teknis secara tiba-tiba.