Ladang Migas Diserang Iran, Qatar Rugi Bandar Rp338 Triliun

- Iran menyerang ladang migas Ras Laffan milik Qatar sebagai balasan atas serangan Israel, menyebabkan kerugian hingga Rp338 triliun dan penurunan ekspor LNG sebesar 17 persen.
- Tujuh negara termasuk Inggris, Jerman, dan Jepang mengecam keras tindakan Iran karena dinilai mengancam stabilitas energi global serta berpotensi menaikkan harga migas dunia.
- Meski Amerika Serikat telah memperingatkan dan mengancam akan membalas jika Iran menyerang Qatar, Iran tetap melancarkan serangan terhadap fasilitas energi tersebut.
Jakarta, IDN Times - Qatar mengalami kerugian besar usai ladang minyak dan gas (migas) Ras Laffan milik mereka diserang oleh Iran. Imbas serangan tersebut, Qatar kehilangan pendapatan tahunan sebesar 20 miliar dolar Amerika Serikat atau setara Rp338 triliun. Selain itu, serangan tersebut juga membuat kapasitas ekspor gas alam (LNG) Qatar ke pasar global menurun 17 persen.
"Saya tidak pernah membayangkan dalam mimpi terliar saya sekalipun bahwa Qatar akan menjadi sasaran serangan seperti ini, terutama dari negara Muslim bersaudara di bulan Ramadan. Mereka (Iran) (telah) menyerang kami dengan cara seperti ini," kata CEO QatarEnergy sekaligus Menteri Energi Qatar, Saad Al-Kaabi, pada Kamis (19/3/2026), seperti dilansir CNA.
1. Iran menyerang fasilitas energi Qatar sebagai balasan atas serangan Israel

Iran sendiri menyerang ladang migas Ras Laffan milik Qatar pada Rabu (18/3/2026) dan Kamis. Langkah ini dilakukan sebagai balasan karena Israel telah menyerang ladang migas South Pars milik Iran. Menurut Al-Kaabi, serangan tersebut telah merusak sebagian besar area di fasilitas migas Qatar. Kerusakan yang ditimbulkan imbas serangan tersebut juga akan menghentikan produksi migas selama 3 sampai 5 tahun. Sebab, kerusakan membutuhkan perbaikan dalam waktu yang lama.
Al-Kaabi menambahkan, biaya perbaikan yang harus digelontorkan pemerintah juga cukup tinggi, yakni sekitar 26 miliar dolar AS atau setara Rp440 triliun. Menurutnya, biaya sebesar itu akan makin menambah kerugian negara yang timbul imbas serangan ladang migas oleh Iran.
2. Tujuh negara mengecam serangan Iran ke ladang migas Qatar

Serangan yang dilakukan Iran ke ladang migas Qatar ini sudah menuai kecaman dari tujuh negara. Mereka adalah Inggris, Jerman, Belanda, Italia, Prancis, Jepang, dan Kanada. Dalam pernyataan bersama yang dirilis pada Kamis, ketujuh negara tadi meminta agar Iran berhenti menyerang ladang migas yang ada di Qatar dan di negara-negara Timur Tengah lainnya. Sebab, tindakan itu bisa membuat harga migas global makin naik.
“Kami mengutuk keras serangan baru-baru ini yang dilakukan Iran terhadap kapal-kapal dagang tak bersenjata di Teluk, serangan terhadap infrastruktur sipil termasuk instalasi minyak dan gas, dan penutupan Selat Hormuz secara de facto oleh pasukan Iran,” demikian bunyi pernyataan bersama tersebut dilansir The Strait Times.
3. AS sudah melarang Iran untuk menyerang ladang migas di Qatar

Sebetulnya, Pemerintah AS sudah melarang Iran untuk melakukan serangan ke fasilitas migas milik Qatar. Bahkan, dalam pernyataannya, Presiden AS, Donald Trump, mengancam akan kembali menyerang fasilitas migas South Pars milik Iran jika mereka benar-benar menyerang fasilitas migas di Qatar.
“Jika Iran dengan gegabah memutuskan untuk menyerang negara yang sangat tidak bersalah, dalam hal ini, Qatar, maka Amerika Serikat, dengan atau tanpa bantuan dan persetujuan Israel, akan meledakkan seluruh ladang gas South Pars secara besar-besaran,” kata Trump di Truth Social.
Meski sudah diancam Trump, Iran rupanya tidak gentar. Mereka tetap menyerang ladang migas Ras Laffan milik Qatar sebagai balasan atas serangan Israel ke ladang migas South Pars.


















