Mantan Presiden Bill Clinton berbicara dengan para pendukungnya di sebuah rapat umum kampanye untuk istrinya, mantan Menteri Luar Negeri Hillary Clinton, di Central High School di Phoenix, Arizona pada 20 Maret 2016 (Gage Skidmore from Peoria, AZ, United States of America, CC BY-SA 2.0, via Wikimedia Commons)
Rencana pemungutan suara untuk menyatakan pasangan Clinton melakukan penghinaan terhadap Kongres sempat bergulir karena keduanya awalnya menolak hadir. Namun agenda tersebut akhirnya dibatalkan setelah mereka sepakat untuk memberikan kesaksian. Jika terlaksana, itu akan menjadi momen pertama sejak 1983 seorang mantan presiden Amerika Serikat bersaksi di hadapan panel Kongres, terakhir kali dilakukan oleh Gerald Ford.
Hillary Clinton kembali menegaskan bahwa ia dan suaminya menginginkan sidang dilakukan secara terbuka, bukan melalui pemeriksaan tertutup. Ia menyatakan kepada BBC bahwa mereka tetap akan hadir, namun menilai persidangan terbuka akan lebih baik.
Hillary mengatakan dirinya hanya menginginkan perlakuan yang adil dan berharap semua pihak diperlakukan setara. Ia juga menegaskan bahwa mereka tidak memiliki sesuatu yang perlu disembunyikan serta telah berulang kali mendorong agar seluruh dokumen dirilis sepenuhnya, karena menurutnya transparansi merupakan cara terbaik.
Mantan kandidat presiden itu juga berpendapat bahwa dirinya dan suaminya dimanfaatkan untuk mengalihkan perhatian dari Presiden Trump. Ia menyindir bahwa perhatian publik diarahkan kepada keluarga Clinton, termasuk dirinya yang disebutnya bahkan tidak pernah bertemu dengan Epstein.
Hillary Clinton mengakui pernah bertemu dengan Ghislaine Maxwell dalam beberapa kesempatan. Sementara itu, Bill Clinton, yang namanya tercantum dalam berkas Epstein, diketahui pernah mengenal Epstein, namun menyatakan telah memutuskan hubungan sekitar dua dekade lalu.
Hingga kini, tidak ada tuduhan pelanggaran yang diajukan oleh para penyintas terhadap pasangan Clinton, dan keduanya membantah mengetahui kejahatan seksual Epstein pada saat itu.