Jakarta, IDN Times - Kelompok Hizbullah yang didukung Iran, pada Rabu (4/3/2026), berjanji untuk terus melawan agresi Israel dan Amerika Serikat (AS) dan tidak akan menyerah meski kekuatan militer lawan jauh lebih besar.
Lebanon terseret ke dalam perang di Timur Tengah ketika Hizbullah menyerang Israel pada pada Senin (2/3/2026). Tindakan tersebut dilakukan sebagai respons atas terbunuhnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dalam serangan AS–Israel pada Sabtu (28/2/2026).
“Kami menghadapi agresi. Pilihan kami adalah menanggapinya hingga pengorbanan terakhir, dan kami tidak akan menyerah. Bagi kami, ini adalah pertahanan yang bersifat eksistensial,” kata pemimpin Hizbullah, Naim Qassem, dalam pidato pertamanya sejak pecahnya pertempuran dengan Israel, dikutip dari The New Arab.
