Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Hizbullah Janji Tetap Lawan Serangan AS-Israel
Sekretaris Jenderal Hizbullah, Naim Qassem (Sebastian Baryli from Wien, Österreich, CC BY 2.0 <https://creativecommons.org/licenses/by/2.0>, via Wikimedia Commons)
  • Hizbullah berjanji terus melawan agresi Israel dan AS setelah kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, meski kekuatan militer lawan jauh lebih besar.
  • Pemerintah Lebanon melarang aktivitas militer Hizbullah, namun kelompok itu menolak menyerahkan senjata dan menuduh pemerintah berpihak pada Israel di tengah meningkatnya korban sipil.
  • Serangan Israel menghantam lebih dari 320 lokasi di Lebanon, memicu pengungsian sekitar 84 ribu warga dan memperburuk situasi kemanusiaan di wilayah selatan negara tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kelompok Hizbullah yang didukung Iran, pada Rabu (4/3/2026), berjanji untuk terus melawan agresi Israel dan Amerika Serikat (AS) dan tidak akan menyerah meski kekuatan militer lawan jauh lebih besar.

Lebanon terseret ke dalam perang di Timur Tengah ketika Hizbullah menyerang Israel pada pada Senin (2/3/2026). Tindakan tersebut dilakukan sebagai respons atas terbunuhnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dalam serangan AS–Israel pada Sabtu (28/2/2026).

“Kami menghadapi agresi. Pilihan kami adalah menanggapinya hingga pengorbanan terakhir, dan kami tidak akan menyerah. Bagi kami, ini adalah pertahanan yang bersifat eksistensial,” kata pemimpin Hizbullah, Naim Qassem, dalam pidato pertamanya sejak pecahnya pertempuran dengan Israel, dikutip dari The New Arab.

1. Qassem kritik sikap pemerintah yang dianggap pro-Israel

Para pejuang Hizbullah dalam sebuah upacara (commons.wikimedia.org/khamenei.ir)

Menurut Kementerian Kesehatan Masyarakat Lebanon, serangan Israel di negara tersebut telah menewaskan 102 orang dan melukai 638 lainnya. Jumlah ini diperkirakan akan bertambah mengingat rumah sakit terus menerima orang-orang yang terluka.

Sebelumnya, pada Senin, pemerintah Lebanon mengumumkan larangan terhadap seluruh kegiatan militer Hizbullah dan meminta kelompok itu menyerahkan senjatanya. Beirut telah berkomitmen untuk melucuti senjata partai tersebut secara bertahap sejak tercapainya kesepakatan gencatan senjata dengan Israel pada November 2024. Namun, sekutu Iran itu berulang kali menolak langkah tersebut.

Dalam pidatonya pada Rabu, Qassem mengkritik pemerintah, yang dinilai malah menekan kelompok perlawanan dan menyesuaikan diri dengan tuntutan Israel alih-alih mengutuk agresi Israel-AS.

“Topik perlawanan dan senjata perlawanan bukanlah perkara yang bisa diperdebatkan dengan siapa pun. Ini adalah hak yang sah. Kami berjuang di Lebanon untuk membela rakyat kami, masa depan anak-anak kami, dan negara kami,” tambahnya.

2. 84 ribu orang mengungsi di Lebanon imbas serangan Israel

serangan Israel di Lebanon pada 2024 (Jimmyp84, CC0, via Wikimedia Commons)

Pada Kamis (5/3/2026), militer Israel kembali mengeluarkan perintah evakuasi bagi penduduk Lebanon selatan, meminta mereka untuk mengungsi ke utara Sungai Litani.

“Siapa pun yang berada di dekat elemen, fasilitas, atau sarana tempur Hizbullah akan membahayakan nyawa mereka. Setiap rumah yang digunakan oleh Hizbullah untuk tujuan militer dapat menjadi sasaran," demikian bunyi pernyataan militer tersebut.

Menurut pemerintah Lebanon, sekitar 84 ribu orang telah mengungsi dari wilayah selatan sejak Senin. Di ibu kota, Beirut, banyak warga terpaksa tidur di di dalam mobil mereka, taman dan pinggir jalan karena tempat penampungan tidak mencukupi. Sementara itu, relawan di dapur umum dan tempat penampungan mengatakan bahwa mereka khawatir tidak mampu memenuhi permintaan yang terus meningkat, dilansir dari BBC.

3. Israel klaim serangannya mengenai lebih dari 320 lokasi di Lebanon

operasi militer Israel di Lebanon selama perang 2023-2024 ( / IDF Spokesperson's Unit)

Juru bicara militer Israel mengatakan serangan mereka berhasil mengenai lebih dari 320 lokasi di Lebanon, termasuk sasaran berupa peluncur rudal. Sementara itu, Hizbullah melaporkan bahwa para pejuangnya terlibat bentrokan langsung dengan pasukan Israel di wilayah Lebanon. Militer Israel mengakuinya, dengan menyebutkan bahwa dua prajuritnya terluka.

Zeina Khodr dari Al Jazeera menilai strategi Hizbullah tampaknya bertujuan membuat konflik dan kemajuan Israel di selatan menjadi semahal mungkin melalui serangan rudal, roket, dan drone melintasi perbatasan.

“Sementara itu, pemerintah Lebanon terlalu lemah untuk memengaruhi situasi. Tentara Lebanon terpaksa mundur dari perbatasan, dan pemerintah mengambil langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya dengan melarang sayap militer Hizbullah. Namun, itulah sejauh yang bisa dilakukan pemerintah tanpa mempertaruhkan konflik internal di dalam negeri,” ujar Khodr.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team