Jakarta, IDN Times - Pemimpin Hizbullah, Naim Qassem, kembali menegaskan penolakan terhadap negosiasi langsung antara Lebanon dan Israel di tengah konflik yang masih berlangsung. Ia menyebut dialog langsung tidak dapat diterima dan menilai langkah tersebut sebagai bentuk konsesi yang merugikan Lebanon.
Pernyataan itu disampaikan Qassem pada Senin, (27/4/2026), beberapa hari setelah dua putaran pembicaraan langsung antara Lebanon dan Israel digelar di Washington dengan mediasi Amerika Serikat. Ini menjadi dialog langsung pertama dalam lebih dari empat dekade.
Qassem menilai langkah otoritas Lebanon mengikuti perundingan tersebut sebagai tindakan yang tidak perlu.
“Dalam suasana pengorbanan dan martabat serta kekalahan musuh, otoritas (Lebanon) terburu-buru memberikan konsesi gratis yang memalukan dan tidak perlu, yang satu-satunya pembenarannya adalah kepatuhan,” ujarnya, dikutip dari Anadolu.
Ia menegaskan Hizbullah akan tetap melanjutkan apa yang disebutnya sebagai perlawanan defensif dan tidak akan menyerahkan senjata.
“Kelompok kami secara tegas menolak negosiasi langsung dengan Israel,” kata Qassem.
