Jakarta, IDN Times - Perang genosida Israel di Jalur Gaza terus berlanjut seiring dengan pelanggaran perjanjian gencatan senjata yang hampir setiap hari mereka lakukan. Warga Palestina yang mengungsi harus menanggung kehancuran yang tidak hanya akibat serangan pasukan Israel di seluruh wilayah kantong tersebut, tetapi juga akibat banjir yang disebabkan oleh hujan lebat di musim dingin.
Jurnalis Al Jazeera, Hind Khoudary, mengatakan bahwa serangan udara Israel pada Selasa (30/12/2025) menargetkan lokasi di utara Rafah dan timur Khan Younis, kamp Maghazi di Gaza tengah, dan Beit Lahiya di utara Jalur Gaza.
"Penembakan artileri telah dilaporkan di wilayah selatan dan tengah wilayah tersebut. Sementara itu, serangan juga terjadi lingkungan Shujayea di kota Gaza, yang mengenai dekat tenda sebuah keluarga pengungsi," ujarnya.
