Comscore Tracker

DPR AS Setujui Rencana Anggaran Senilai 3,5 Biliun Dolar AS

RUU infrastruktur memicu perselisihan di Demokrat

Washington, DC, IDN Times - DPR Amerika Serikat (AS) yang bersidang pada hari Selasa (24/8/2021) menyetujui anggaran 3,5 biliun dolar AS (Rp50,4 Kuadriliun). Anggaran tersebut merupakan kebijakan domestik utama dari pemerintahan Presiden Joe Biden. Dalam menyetujui rencana multi-triliunan dolar itu politisi Demokrat sekaligus Ketua DPR AS, Nancy Pelosi berhasil meyakinkan anggota Demokrat yang tidak ingin memberikan dukungan.

1. Anggaran disetujui dengan dukungan 220 suara

DPR AS Setujui Rencana Anggaran Senilai 3,5 Biliun Dolar ASIlustrasi ruang sidang parlemen. (Unsplah.com/Melody Ayres-Griffiths)

Melansir dari Reuters, dalam pemungutan suara di ruang sidang 220 anggota DPR memilih meloloskan proposal tersebut, sementara itu 212 anggota menolak. DPR AS yang mayoritas dikuasai politisi Demokrat semuanya memberikan suara untuk menyetujui, sementara semua anggota Republik menentang.

Pelosi berharap Senat juga akan meloloskan rencana ambisius tersebut agar bisa bersama-sama menentukan rincian anggaran yang akan meningkatkan pengeluaran untuk perawatan anak, pendidikan, kesehatan, dan program sosial lainnya, kebijakan ini akan menaikkan pajak bagi orang kaya dan perusahaan.

Presiden Biden menyampaikan dengan disetujuinya proposal anggaran itu, maka AS akan selangkah lebih dekat dalam berinvensatasi untuk warganya.

Dalam sidang DPR AS juga membahas RUU infrastruktur, sebuah proyek pembangunan senilai 1 triliun dolar AS (Rp14,4 kuadriliun) dalam sidang itu dipustuskan DPR akan memberikan suara terhadap RUU infrastruktur pada 27 September. Sidang DPR AS menyetujui RUU hak suara.

2. Terjadi perdebatan sengit antara anggota Demokat

Baca Juga: Senat AS Bisa Jadi Loloskan Paket Infrastruktur Bipartisan

Melansir dari BBC, pemungutan suara itu awalnya dilaksanakan pda Senin malam, tapi mememuhi jalan buntu tejadi perdebatan sengit antara sesama anggota Demokrat, yang menyebabkan ketegangan di antara Demokrat. Pelosi telah melakukan negosiasi dan meminta untuk memberikan suara karena Demokrat saat ini memiliki kesempatan sebagai mayoritas.

Perselisihan terjadi karena 10 anggota Demokrat yang moderat di Kongres mengancam menahan suara pada rencana anggaran Biden, kecuali anggota lainnya memilih untuk terlebih dahulu menyetujui RUU infrastruktur, yang telah diloloskan Senat. Rancangan pembagunan fisik itu, termasuk pendanaan untuk jalan, jembatan, jaringan listrik, transportasi umum dan internet.

Sejak Juni, Pelosi telah menyampaikan untuk lebih dulu meloloskan anggaran dana sosial sebelum RUU infrastruktur. Anggota Demokrat lainnya juga menyerukan hal serupa, tetapi anggota Demokrat moderat terus meminta pemungutan suara infrastruktur terlebih dahulu, menuduh anggota partainya berusaha menyandera RUU infrastruktur.

Perselisihan membuat pemungutan suara tertunda sampai hari Selasa. Para anggota Demokrat berusaha meyakinkan rekan-rekannya bahwa RUU infrastruktur akan dibahas pada 27 September, ketika DPR kembali bersidang dan Pelosi berjanji akan mengamankan suara agar RUU bisa lolos dari DPR.

3. Persetujuan di Senat masih belum pasti

DPR AS Setujui Rencana Anggaran Senilai 3,5 Biliun Dolar ASGedung Capitol. (Unsplash.com/Louis Velazquez)

Melansir dari CBS News, setelah sidang berakhir anggota Demokrat yang mendukung RUU infrastruktur lolos lebih dulu menegaskan kembali dukungannya. Perjalanan rancangan anggaran sosial Biden di Senat masih belum pasti meski Demokrat unggul tipis dari Republik, karena dua senator kunci moderat Demokrat, Joe Manchin dari West Virginia dan Kyrsten Sinema dari Arizona, telah keberatan dengan agenda pengeluaran Biden.

Untuk bisa lolos di Senat yang butuh 60 suara anggota dari 100 pihak Demokrat dilaporkan telah menyiapkan rencana untuk menggunakan manuver yang menyiasati aturan normal tersebut.

Pemimpin Republik di DPR Kevin McCarthy mengecam Pelosi dan Demokrat lainnya yang keras kepala meloloskan terlebih dahulu mengamankan posisi pengeluaran domestik Biden dan undang-undang pemungutan suara tanpa bertindak lebih dalam menangani krisis di Afghanistan, yang menurutnya sikap itu adalah memalukan.

Dengan mengamankan posisi pendanaan sosial Biden dan kemudian bersamaan dengan RUU infrastruktur berhasil melalui Kongres, maka diperkirakan akan menimbulkan pandangan pemerintahan Demokrat memiliki kemenangan di legislatif, yang memiliki citra bagus karena saat ini pemerintah dianggap melakukan kesalahan di Afghanistan.

Baca Juga: Perenang Amerika Serikat Kena Semprot Usai Raih Medali

Ifan Wijaya Photo Verified Writer Ifan Wijaya

Member IDN Times Community ini masih malu-malu menulis tentang dirinya

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Novaya

Berita Terkini Lainnya