Comscore Tracker

Partai Sosialis Albania Menang Pemilu 3 Kali Berturut-turut

Pada bulan September pemerintahan baru akan dibentuk

Tirana, IDN Times - Partai Sosialis yang berkuasa dalam pemilu di hari Minggu kembali memenangkan pemilu parlemen Albania untuk ketiga kali secara berturut-turut. Menurut data Komisi Pemilihan Pusat pada hari Selasa, 27 April menunjukkan bahwa dari hasil 98 persen suara, Sosialis Perdana Menteri Edi Rama memenangkan 49 persen suara, 74 dari 140 kursi parlemen, jumlah yang sama dengan kemenangan pemilu sebelumnya.

Oposisi dan penantang utama, Demokrat memperoleh 39 persen suara atau 59 kursi, sementara sekutunya, Gerakan Sosialis untuk Integrasi (LSI), memenangkan tujuh persen suara atau empat kursi.

1. Janji Perdana Menteri Edi Rama

Melansir dari DW, menyambut kemenangan Sosialis ribuan pendukung partai itu berkumpul di Lapangan Skanderbeg yang berada di ibu kota Tirana untuk merayakan kemenangan, menentang pembatasan virus corona. Dalam menyampaikan kemenangan partainya, Rama mengatakan.

"Impian saya ... adalah menjadikan Albania dalam dekade ini ... juara Balkan, dalam pariwisata dan agrowisata, energi dan pertanian, dan dalam layanan digital yang cepat, kualitatif, dan tidak dapat rusak." Rama dalam mengarahkan sebagian besar pidato kemenangannya pada koalisi oposisi, mendesak mereka untuk bergabung dengan mega-proyek nasional.

Dalam kampanye, Rama berjanji akan mempercepat peluncuran vaksin virus corona dan menyelesaikan rekonstruksi dari gempa bumi tahun 2019 yang menyebabkan ribuan orang kehilangan tempat tinggal. Dia, juga telah berulang kali menjanjikan perbaikan pemerintah dalam melawan birokrasi yang tidak efisien, korupsi dan emigrasi yang tinggi, Rama cenderung ke arah gaya otoriter selama delapan tahun sebagai perdana menteri.

Pemerintahan baru akan dibentuk pada bulan September, diharapkan bekerja untuk mewujudkan reformasi yang dibutuhkan Albania untuk memenuhi tujuannya untuk bergabung dengan Uni Eropa (UE).

Pemimpin Demokrat Lulzim Basha menuduh Sosialis melakukan kecurangan dalam pemilu, yang dia sebut sebagai, "pembantaian elektoral," karena dia berjanji untuk melanjutkan perjuangan "untuk demokrasi."

"Pemilu ini tidak ada hubungannya dengan demokrasi, kami memasuki pertempuran ini dengan rezim yang melakukan segalanya untuk menghancurkan kampanye pemilu yang jujur. Saya percaya bahwa karena kekuatan luar biasa dari rakyat kami, kami akan menang dan membawa demokrasi kembali ke Albania. Itu tidak cukup kali ini,."

Baca Juga: Partai Sosialis Unggul dalam Pemilu Parlementer Albania

2. Kampanye dipenuhi hinaan antar kandidat dan kekerasan para pendukung

Melansir dari RTE, pelaksanaan pemilu diawasi ketat oleh para diplomat dari AS dan UE. Albania berupaya untuk menjadi anggota UE. Meski kampanye itu dipenuhi dengan hinaan pahit antar kandidat dan juga kekerasan para pendukung saingan, pengamat menyampaikan bahwa pemungutan suara dan perhitungan berlangsung lancar. UE memuji penyelenggaraan pemilu dan meminta semua pihak untuk menghormati hasil pemilu.

Partai-partai secara teratur memperdebatkan hasil pemilu di negara Balkan, yang memiliki populasi sebanyak 2,8 juta orang, pemungutan suara terakhir pada 2017 memicu protes jalanan dan beberapa anggota parlemen oposisi memboikot parlemen.

Melansir dari DW, dalam pemilu di Albania jumlah pemilih awal hampir 48 persen, sedikit lebih tinggi dari pemilihan empat tahun sebelumnya. Kekerasan pemilu telah menyebabkan adanya korban tewas, pada hari Rabu, 28 April, dikabarkan bahwa seorang Sosialis tewas dan empat orang terluka dalam perkelahian antara pendukung Sosialis dan Demokrat.

3. Perselisihan Rama

Melansir dari Al Jazeera, Edi Rama yang sebelumnya merupakan seniman dan pebasket telah berkuasa sejak 2013, dia mengalami perselisihan dengan Basha, dan Presiden Ilir Meta. Rama menuding kedua rivalnya itu tak punya kebijakan, hanya obsesi untuk menyingkirkannya. Mereka menuduhnya melakukan kecurangan dan korupsi.

Meta, yang istrinya menjalankan gerakan yang bersekutu dengan Demokrat yang tampil buruk dalam pemilihan, telah berjanji untuk mundur jika Sosialis menang dalam pemungutan suara.

Pada hari Selasa, bagaimanapun, dia memberikan nada yang lebih netral, mendesak semua pihak untuk menunjukkan "kedewasaan dan ketenangan".

Pengamat secara teratur menempatkan Albania sebagai salah satu negara paling korup di Eropa, dan juga salah satu yang termiskin. Rama sedang berusaha membangun Albania sebagai pusat pariwisata dengan bandara baru dan infrastruktur yang lebih baik, tetapi kritikus mengeluhkan korupsi dan khawatir tentang kerusakan lingkungan. 

Baca Juga: 5 Kota yang Wajib Dikunjungi Saat Berlibur ke Albania, Keren Abis!

Ifan Wijaya Photo Verified Writer Ifan Wijaya

Member IDN Times Community ini masih malu-malu menulis tentang dirinya

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Novaya

Berita Terkini Lainnya