ilustrasi Vanuatu (unsplash.com/Seiji Seiji)
Vanuatu juga termasuk negara dengan peluang bertahan cukup tinggi dalam skenario dunia kolaps. Dalam jurnal Risk Analysis, negara ini disebut memiliki kemampuan produksi pangan lokal yang cukup baik untuk memenuhi kebutuhan penduduknya sendiri. Letaknya yang terpencil juga membantu mengurangi dampak langsung dari konflik global berskala besar.
Meski infrastrukturnya gak sebesar negara maju, Vanuatu dianggap memiliki ketahanan alami dari sisi sosial dan pangan. Ketergantungan yang lebih rendah terhadap perdagangan internasional membuat masyarakatnya diperkirakan lebih mudah beradaptasi saat krisis global terjadi. Para peneliti melihat bahwa kesederhanaan sistem ekonomi kadang justru bisa menjadi keunggulan dalam kondisi ekstrem.
Daftar tujuh negara ini menunjukkan bahwa kemampuan bertahan saat dunia kolaps ternyata gak selalu ditentukan oleh kekuatan ekonomi atau teknologi canggih. Ketersediaan pangan, energi mandiri, serta kondisi geografis justru menjadi faktor utama dalam menentukan daya tahan suatu negara. Jurnal Sustainability dan Risk Analysis sama-sama menyoroti pentingnya kemampuan memenuhi kebutuhan dasar tanpa bergantung penuh pada sistem global.
Penelitian tersebut juga memberi gambaran bahwa banyak negara sebenarnya masih bisa meningkatkan ketahanan mereka sejak sekarang. Pengembangan energi terbarukan, penguatan produksi pangan lokal, dan pengurangan ketergantungan impor dianggap menjadi langkah penting menghadapi masa depan yang penuh ketidakpastian. Kalau suatu hari dunia benar-benar mengalami krisis besar, negara yang paling siap kemungkinan adalah negara yang mampu hidup mandiri dalam waktu lama.