Daftar Negara Paling Dipercaya Investor Global 2026, Posisi China Turun

- Amerika Serikat tetap jadi negara paling dipercaya investor global 2026 berkat kekuatan teknologi, pasar besar, dan stabilitas bisnis yang tinggi.
- Kanada dan Jepang naik ke posisi dua dan tiga karena dinilai stabil, inovatif, serta fokus pada pengembangan teknologi dan AI.
- China turun ke peringkat empat akibat tekanan geopolitik, sementara Timur Tengah mulai muncul sebagai pusat investasi baru dunia.
Arus investasi global mulai mengalami perubahan besar dalam beberapa tahun terakhir. Investor internasional kini semakin selektif dalam menentukan negara tujuan untuk menanamkan modal mereka. Bukan hanya soal pertumbuhan ekonomi, faktor seperti stabilitas politik, pengembangan teknologi, hingga kesiapan infrastruktur juga ikut menjadi pertimbangan utama.
Laporan Kearney Foreign Direct Investment Confidence Index 2026 menunjukkan adanya perubahan peta kekuatan ekonomi dunia yang cukup menarik. China yang sebelumnya berada di posisi kedua kini turun ke peringkat empat, sementara Kanada dan Jepang berhasil naik signifikan. Kondisi ini menunjukkan investor global mulai mencari negara yang dianggap lebih stabil, inovatif, dan tahan terhadap gejolak ekonomi dunia.
Table of Content
1. Amerika Serikat masih jadi favorit utama investor

Amerika Serikat (AS) masih mempertahankan posisi sebagai negara paling dipercaya investor global pada 2026. Negara ini memperoleh skor 2,24 dan tetap berada di peringkat pertama seperti satu dekade sebelumnya.
Banyak investor menilai Amerika Serikat memiliki kombinasi lengkap mulai dari kekuatan teknologi, pasar besar, hingga akses modal yang sangat kuat. Kondisi tersebut membuat negara ini tetap menjadi pusat investasi dunia.
Selain itu, perkembangan industri akal imitasi atau AI juga ikut memperkuat posisi Amerika Serikat. Banyak perusahaan teknologi besar terus memperluas investasi mereka di bidang pusat data, cloud computing, dan pengembangan AI.
Stabilitas sektor bisnis serta dukungan inovasi jangka panjang membuat investor merasa lebih aman menempatkan dana mereka di negara ini. Gak heran jika Amerika Serikat masih menjadi acuan utama dalam arus investasi global.
2. Kanada sukses menyalip China

Kanada menjadi salah satu kejutan terbesar dalam daftar tahun ini karena berhasil naik ke posisi kedua. Pada 2016 lalu, Kanada masih berada di peringkat ketiga, tapi kini berhasil mengungguli China dengan skor 2,14.
Banyak investor melihat Kanada sebagai negara yang stabil secara politik dan memiliki sumber daya alam yang besar. Faktor tersebut membuat Kanada dianggap punya prospek investasi jangka panjang yang menjanjikan.
Pemerintah Kanada juga aktif meningkatkan investasi pada sektor teknologi dan AI. Dalam paruh pertama 2025 saja, negara ini mencatat 297 pengumuman Foreign Direct Investment atau FDI baru.
Pemerintah federal bahkan mengusulkan anggaran sekitar 926 juta dolar AS atau setara Rp15 triliun untuk pembangunan infrastruktur AI nasional. Langkah tersebut membuat investor semakin yakin bahwa Kanada serius membangun ekonomi masa depan berbasis teknologi.
3. Jepang makin dipercaya berkat teknologi dan stabilitas

Jepang berhasil naik dari posisi keenam pada 2016 menjadi peringkat ketiga pada 2026. Negara ini memperoleh skor 2,13 dan dinilai semakin menarik bagi investor global.
Jepang dianggap mampu menjaga stabilitas ekonomi sambil terus memperkuat inovasi teknologi. Kombinasi tersebut membuat negara ini tetap relevan di tengah persaingan ekonomi dunia yang semakin ketat.
Banyak perusahaan global juga melihat Jepang sebagai pusat pengembangan teknologi canggih, terutama pada sektor robotik, manufaktur pintar, dan semikonduktor. Selain itu, budaya bisnis Jepang yang disiplin dan sistem infrastruktur modern turut meningkatkan kepercayaan investor.
Kamu bisa melihat bahwa negara dengan fondasi industri kuat ternyata masih sangat diminati meski pertumbuhan ekonominya gak secepat negara berkembang lainnya.
4. China turun akibat tekanan geopolitik

China memang masih masuk jajaran negara favorit investor, tapi posisinya turun dari peringkat kedua menjadi keempat. Skor China pada 2026 berada di angka 2,11, sedikit di bawah Kanada dan Jepang. Penurunan ini banyak dikaitkan dengan meningkatnya ketegangan geopolitik dan perubahan dinamika perdagangan global. Investor mulai mempertimbangkan risiko yang muncul dari konflik dagang serta ketidakpastian hubungan internasional.
Meski begitu, China tetap memiliki daya tarik besar karena ukuran pasar dan kapasitas industrinya yang sangat kuat. Banyak negara masih menjalin kerja sama dagang baru dengan China di tengah perubahan ekonomi global. Namun, investor kini tampaknya lebih berhati-hati dan mulai mendiversifikasi penempatan modal mereka ke negara lain. Kondisi tersebut menjadi alasan mengapa posisi China perlahan mulai tergeser dalam daftar kepercayaan investor global.
5. Timur Tengah mulai jadi pusat investasi baru

Salah satu perubahan paling menarik datang dari kawasan Timur Tengah. Uni Emirat Arab dan Arab Saudi kini berhasil masuk 10 besar negara paling dipercaya investor dunia.
Arab Saudi bahkan untuk pertama kalinya menembus posisi 10 besar global setelah sebelumnya terus naik sejak 2023. Kawasan Teluk mulai dipandang sebagai pusat investasi baru untuk teknologi, logistik, dan infrastruktur modern.
Arab Saudi sendiri menargetkan investasi asing mencapai 100 miliar dolar AS atau sekitar Rp1.620 triliun per tahun pada 2030. Amazon Web Services dikabarkan akan menggelontorkan investasi sebesar 5,3 miliar dolar AS atau sekitar Rp85 triliun untuk pengembangan pusat data di negara tersebut.
Sementara itu, Google Cloud juga bekerja sama dengan dana investasi pemerintah Arab Saudi untuk membangun pusat AI baru. Uni Emirat Arab pun berhasil menarik investasi besar dari Microsoft, Oracle, dan AWS sehingga semakin memperkuat daya tarik kawasan Timur Tengah di mata investor global.
Perubahan daftar negara paling dipercaya investor global pada 2026 menunjukkan dunia investasi kini semakin fokus pada stabilitas, teknologi, dan kesiapan infrastruktur masa depan. Negara seperti Kanada, Jepang, hingga Arab Saudi berhasil menarik perhatian karena dinilai mampu menawarkan ketahanan ekonomi jangka panjang. Sementara itu, China mulai menghadapi tantangan baru akibat tekanan geopolitik yang memengaruhi kepercayaan investor.
Kondisi ini membuktikan persaingan investasi global kini bukan hanya soal pertumbuhan ekonomi cepat, tapi juga kemampuan sebuah negara menciptakan rasa aman dan peluang jangka panjang bagi investor.

















