Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Inggris dan Prancis Desak Israel Setop Serang Lebanon
potret bendera Inggris dan Prancis (pexels.com/Aleks Marinkovic)
  • Inggris dan Prancis mendesak Israel segera menghentikan serangan ke Lebanon karena dikhawatirkan mengganggu gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran.
  • PBB mengecam keras serangan udara Israel yang menewaskan ratusan warga Lebanon, menilai aksi itu mengancam perdamaian di Timur Tengah.
  • Sejak awal Maret 2026, serangan Israel ke Lebanon telah menewaskan lebih dari 1.500 orang dan memaksa lebih dari satu juta warga mengungsi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Inggris dan Prancis mendesak Israel untuk berhenti menyerang Lebanon. Desakan ini disampaikan kedua negara tidak lama usai Israel menyerang Lebanon pada Rabu (8/4/2026).

Dalam pernyataannya, Menteri Luar Negeri Inggris, Yvette Cooper, mengatakan serangan Israel terhadap Lebanon akan mengganggu gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran. Presiden Prancis, Emmanuel Macron, juga mengatakan hal serupa. 

Oleh karena itu, Cooper dan Macron meminta Israel untuk mengakhiri serangan terhadap Lebanon sesegera mungkin. Keduanya juga akan melakukan kerja sama internasional untuk mengupayakan hal tersebut. 

1. Israel melancarkan lebih dari 100 serangan udara ke Lebanon

ilustrasi serangan udara (pexels.com/Pixabay)

Sebelumnya, Israel menyerang Lebanon hingga menewaskan 254 orang. Sementara itu, 1.165 orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka. 

Menurut Menteri Kesehatan Lebanon, Rakan Nassereddine, Israel melakukan lebih dari 100 serangan udara di sejumlah wilayah yang ada di negaranya, termasuk Ibu Kota Beirut. Serangan tersebut datang tanpa aba-aba dan menghantam area komersial serta perumahan warga.

“Ambulans masih mengangkut korban ke rumah sakit. Kami mendesak organisasi internasional untuk membantu sektor kesehatan Lebanon,” kata Nassereddine kepada Al Jazeera

2. PBB mengecam serangan Israel terhadap Lebanon

potret logo Dewan Keamanan PBB (pixabay.com/Chickenonline)

Serangan Israel ke Lebanon ini menuai kecaman keras dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). PBB menilai serangan tersebut mengganggu gencatan senjata AS-Iran dan upaya perdamaian di Kawasan Timur Tengah. Oleh karena itu, senada dengan Inggris dan Prancis, PBB juga mendesak Israel untuk segera berhenti menyerang Lebanon. 

“Dengan pengumuman gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat, aktivitas militer yang sedang berlangsung di Lebanon menimbulkan risiko serius terhadap gencatan senjata dan upaya menuju perdamaian yang langgeng dan komprehensif di kawasan tersebut. Sekretaris Jenderal kembali menyerukan kepada semua pihak untuk segera menghentikan permusuhan,” bunyi pernyataan Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, dilansir Anadolu Agency pada Kamis (9/4/2026).

3. Serangan Israel di Lebanon telah menewaskan ribuan jiwa

ilustrasi korban jiwa (pexels.com/Brett Sayles)

Sebagai informasi, Israel mulai menyerang Lebanon sejak 2 Maret 2026. Israel menyerang Lebanon untuk membasmi milisi Hizbullah yang membantu Iran melawan mereka dan AS.

Sejauh ini, serangan Israel di Lebanon telah menewaskan 1.530 orang. Sementara itu, lebih dari 1,2 juta orang lainnya terpaksa mengungsi ke tempat aman untuk menghindari serangan Israel.  

Sebetulnya, Lebanon sudah berupaya melobi Israel agar serangan bisa berakhir. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil hingga saat ini. Sebab, Israel masih ingin menyerang Lebanon sampai Hizbullah benar-benar kalah.  

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team