bendera Ukraina. (unsplash.com/Richard Bell)
Inggris dan Prancis berkomitmen mendirikan hub militer di berbagai wilayah Ukraina setelah gencatan senjata resmi berlaku. Fasilitas ini akan dibangun untuk menyimpan senjata serta peralatan militer guna mendukung kebutuhan pertahanan Kiev dalam jangka panjang.
PM Starmer menyatakan kesepakatan ini menetapkan kerangka hukum bagi pasukan kedua negara untuk beroperasi secara legal di tanah Ukraina. Pengerahan pasukan multinasional tersebut mencakup pengamanan menyeluruh di sektor udara, laut, dan darat untuk menghalau ancaman.
"Inggris dan Prancis akan mendirikan pusat militer di seluruh Ukraina dan membangun fasilitas terlindung untuk senjata serta peralatan militer guna mendukung kebutuhan pertahanan Ukraina," ujar Starmer dalam konferensi pers, dilansir CNN.
Presiden Macron menambahkan, aliansi sepakat menyediakan sumber daya bagi angkatan bersenjata Ukraina dengan kekuatan 800 ribu tentara. Jumlah ini meningkat signifikan dari rancangan rencana perdamaian sebelumnya yang membatasi personel militer Ukraina hanya 600 ribu orang.
Pengerahan personel militer ini dianggap vital agar perjanjian damai tidak berujung pada penyerahan diri Ukraina atau munculnya ancaman baru dari Rusia. Macron menyebut aksi Moskow yang kerap melanggar perjanjian damai dengan negara tetangganya tidak boleh terulang kembali.