Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Merasa Terancam, Ukraina Evakuasi 3 Ribu Anak-anak dari Dua Wilayah

ilustrasi bendera Ukraina
ilustrasi bendera Ukraina (unsplash.com/madara_p)
Intinya sih...
  • Evakuasi lebih dari 3 ribu anak-anak di Ukraina
  • Lebih dari 150 ribu warga sudah dievakuasi dari garis depan Ukraina
  • Tentara Rusia berhasil merebut sebagian besar wilayah Ukraina
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kantor Koordinator Pusat untuk Evakuasi, pada Jumat (2/1/2026), menginstruksikan kewajiban evakuasi lebih dari 3 ribu anak-anak bersama dengan keluarganya. Evakuasi dilakukan di area dekat garis depan di Zaporizhzhia dan Dnipropetrovsk. 

“Di Zaporizhzhia, terdapat 651 anak yang harus dievakuasi dari dua desa. Sedangkan di Dnipropetrovsk mencapai 2.463 anak yang harus dievakuasi dari 40 permukiman di lima desa,” terang Menteri Komunitas dan Pembangunan Teritorial, Oleksii Kuleba, dikutip dari United24

Sebelumnya, Kiev menyebut beberapa anak Ukraina dikirim oleh Rusia ke kamp perang di Korea Utara. Moskow disebut sengaja menyebarkan propaganda kepada anak-anak Ukraina. 

1. Berencana evakuasi anak-anak di Chernihiv

Kuleba mengatakan bahwa Kantor Koordinasi Pusat sedang melihat situasi di Chernihiv. Namun, koordinasi antarwilayah harus tetap dilakukan untuk menerima anak-anak yang dievakuasi. 

“Ini penting bahwa wilayah yang aman bersedia menampung anak-anak beserta keluarganya dari wilayah lain. Maka koordinasi mereka dalam memastikan kelayakan kondisi mereka dalam menjalani hidup normal,” tuturnya. 

Proses evakuasi dilakukan setelah tentara Rusia melancarkan serangan skala besar di Zaporizhzhia. Serangan tersebut membuat puluhan bangunan hancur dan kebakaran di pusat perbelanjaan. 

2. Lebih dari 150 ribu warga sudah dievakuasi dari garis depan Ukraina

Sejak Juni, sebanyak 150 ribu orang sudah dievakuasi dari area garis depan di Ukraina. Mereka ditempatkan di area yang lebih aman dan diketahui hampir 18 ribu di antaranya adalah anak-anak dan 5 ribu di antara punya keterbatasan bergerak. 

Dilansir Euromaidan Press, sudah ada 17 pusat transit yang beroperasi di seluruh wilayah Ukraina. Para pengungsi akan mendapatkan bantuan kemanusiaan, medis, psikologis, hukum, sosial, serta dokumen, dan dukungan finansial. 

Pemerintah sudah menetapkan 80 ribu tempat yang dipersiapkan sebagai fasilitas akomodasi sementara. Selain itu, terdapat layanan 24 jam untuk memberikan informasi soal hunian sementara dan bantuan lainnya. 

3. Tentara Rusia berhasil merebut sebagian besar wilayah Ukraina

Rusia mengaku sukses merebut sebagian teritori Ukraina dalam setahun terakhir. Bahkan keberhasilan ini menjadi yang terbesar sejak awal dimulainya invasi skala besar ke Rusia pada 2022. 

Dilansir The Moscow Times, militer Rusia mampu mencaplok wilayah Ukraina hingga 5.600 km persegi atau 0.94 dari seluruh teritori pada 2025. Angka ini didapat dari area yang diklaim Ukraina dan analis independen sudah berada di bawah kontrol Rusia. 

Jumlah teritori yang berhasil direbut Rusia tahun ini lebih dari daripada jumlah kombinasi pada 2023 dan 2024. Namun, teritori yang dicaplok masih di bawah pada awal invasi yang mencapai lebih dari 60 ribu km persegi. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella
Follow Us

Latest in News

See More

Golkar: Pilkada Tak Langsung Jalan Ideologis Demokrasi Pancasila

05 Jan 2026, 19:41 WIBNews