Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Inggris Siap Evakuasi Ratusan Ribu Warganya di Timur Tengah
Ilustrasi bendera Inggris. (unsplash.com/chris robert)
  • Pemerintah Inggris menyiapkan skenario evakuasi besar bagi ratusan ribu warganya di Timur Tengah akibat meningkatnya ketegangan antara AS-Israel dan Iran.
  • Penutupan wilayah udara membuat banyak warga dan turis terjebak, sementara maskapai besar membatalkan penerbangan; opsi evakuasi darat melalui negara tetangga sedang dipertimbangkan.
  • Inggris bersama Prancis dan Jerman menyatakan kesiapan bekerja sama dengan AS untuk menghadapi Iran, fokus pada langkah defensif melindungi kepentingan di kawasan tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Inggris tengah mempersiapkan skenario evakuasi skala besar bagi puluhan ribu warganya di Timur Tengah. Langkah ini seiring meningkatnya eskalasi perang Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran.

Hingga saat ini, lebih dari 102 ribu warga Inggris telah mendaftarkan keberadaan mereka kepada pemerintah Inggris. Menteri Luar Negeri Yvette Cooper memperkirakan terdapat sekitar 300 ribu warga Inggris di negara-negara Teluk.

Sebagian besar wilayah udara di kawasan tersebut ditutup, menyebabkan ribuan turis, penumpang transit, dan wisatawan bisnis terjebak, dilansir BBC pada Senin (2/3/2026).

1. Krisis transportasi dan penutupan wilayah udara

Kementerian Luar Negeri Inggris mengatakan bahwa pemerintah belum merencanakan evakuasi dalam waktu dekat, namun tengah menyiapkan berbagai opsi, jika penerbangan komersial tetap dihentikan.

Kementerian tersebut juga mengeluarkan instruksi tegas, yang mengimbau warganya untuk menghindari semua perjalanan ke Iran, Israel, dan Palestina. Serta, menghindari perjalanan kecuali perjalanan penting ke Uni Emirat Arab (UEA), Qatar, Kuwait, dan Bahrain. Pihaknya juga mendesak warga Inggris yang berada di Arab Saudi dan wilayah terdampak konflik untuk tetap berada di dalam rumah.

Perdana Menteri Keir Starmer mendesak seluruh warga Inggris di wilayah terdampak untuk segera mendaftar, guna menerima informasi dan dukungan pemerintah. Ia memperingatkan bahwa situasi di lapangan kemungkinan akan tetap menantang dalam beberapa waktu ke depan. Tim tanggap cepat juga telah dikirim ke wilayah tersebut.

Sebelumnya, pemerintah menggunakan skema serupa dalam krisis internasional, tetapi jumlah warga dan negara yang terdampak kali ini disebut belum pernah terjadi sebelumnya.

2. Berbagai maskapai membatalkan penerbangannya

Potret London Heathrow Airport di Inggris. (unsplash.com/Chris Bahr)

Meski penerbangan komersial menjadi prioritas, sumber pemerintah menyatakan opsi evakuasi jalur darat melalui negara tetangga, seperti Arab Saudi sedang dipertimbangkan. Upaya ini akan diambil, jika wilayah udara tetap ditutup dan ketegangan terus meningkat.

Menteri Pertahanan Inggris John Healey mengonfirmasi bahwa pesawat militer Inggris telah aktif di kawasan untuk melindungi warga dan kepentingan nasional.

Data dari perusahaan analitik Cirium menunjukkan, hampir setengah dari jadwal penerbangan dari London Heathrow Airport ke wilayah Teluk dibatalkan. Maskapai besar seperti British Airways, Virgin Atlantic, dan Qatar Airways telah menangguhkan atau mengubah rute penerbangan mereka. Emirates hanya mengoperasikan penerbangan terbatas dari Dubai. Easy Jet juga membatalkan semua penerbangan ke dan dari Siprus.

3. Inggris, Prancis, dan Jerman siap bekerja sama dengan AS dan aliansi untuk menghadapi Iran

Serangan terbaru terjadi setelah Iran membalas serangan AS-Israel. Dilaporkan, serangan tersebut telah menghantam sejumlah aset di wilayah dengan kehadiran militer AS, termasuk di Bahrain, Qatar, UEA, Kuwait, dan Irak.

Di Dubai, kerusakan dilaporkan terjadi di bandara utama dan beberapa hotel mewah. Sementara itu, sebuah drone Iran jatuh di pangkalan RAF Inggris di Siprus. Akibatnya, Bandara Paphos, bandara sipil kedua di Siprus, dievakuasi setelah sebuah drone terlihat di wilayah udara.

Dalam pernyataan bersama Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Kanselir Jerman Friedrich Merz, Inggris menyatakan kesiapan untuk mengambil langkah-langkah untuk membela kepentingan mereka di Timur Tengah. Serta, sepakat untuk bekerja sama dengan AS dan sekutu dalam masalah ini.

"Kami akan mengambil langkah-langkah untuk membela kepentingan kami dan sekutu kami di kawasan ini, berpotensi melalui pengaktifan tindakan defensif yang diperlukan dan proporsional untuk menghancurkan kemampuan Iran menembakkan rudal dan drone ke sumbernya," demikian pernyataan bersama para pemimpin tersebut, dikutip dari The Guardian.

Menteri Healey menyebut rezim Iran sebagai sumber kejahatan. Ia menyatakan bahwa dunia tidak akan meratapi kematian pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, yang tewas dalam pengeboman baru-baru ini. Meski begitu, London menjaga jarak dari legalitas serangan Washington-Tel Aviv dan memilih fokus pada tindakan defensif.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team