bendera Jerman. (unsplash.com/Mark König)
Jerman langsung mengecam keputusan Teheran melalui Menteri Luar Negeri Johann Wadephul. Ia menyebut pelabelan teroris terhadap militer negara Uni Eropa sebagai tindakan tidak berdasar dan bermuatan propaganda.
Wadephul menegaskan bahwa manuver politik Teheran tidak akan mengubah pendirian Jerman terkait status IRGC. Ia menuduh Teheran mencoba mengalihkan perhatian dunia dari isu pelanggaran hak asasi manusia di dalam negeri.
"Mereka yang menindas protes damai dengan kekerasan, mengeksekusi anggota oposisi, dan menyebarkan teror ke Eropa tidak dapat menangkis kritik dengan taktik pengalihan politik," tegas Wadephul, dilansir Middle East Monitor.
Ketegangan ini terjadi bersamaan dengan tekanan militer dari Washington di mana Presiden AS Donald Trump telah mengirimkan armada angkatan laut besar ke Timur Tengah. Trump sempat melontarkan ancaman serangan militer, meski belakangan menyebut adanya peluang negosiasi terkait program nuklir Iran.
Menanggapi ancaman tersebut, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei memperingatkan bahwa serangan AS akan memicu konflik regional yang lebih luas. Kendati demikian, ia menegaskan bangsa Iran tidak akan gentar menghadapi ancaman Trump.