Jakarta, IDN Times – Iran dilaporkan menggunakan satelit buatan China bernama TEE-01B untuk mengawasi pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di kawasan Timur Tengah, baik sebelum maupun setelah melancarkan serangan drone dan rudal. Informasi ini terungkap melalui dokumen militer yang bocor serta data pelacakan satelit yang dilaporkan Financial Times pada Rabu (15/4/2026).
Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) diketahui memperoleh satelit tersebut pada akhir 2024. Pasukan Dirgantara IRGC membeli perangkat itu senilai 36 juta dolar AS (setara Rp612 miliar) dalam mata uang renminbi China dan mulai mengendalikan operasionalnya sejak September 2024, sementara peluncuran satelit dilakukan pada 6 Juni 2024.
