AS Siap Lanjut Perang jika Iran Tak Sepakat Damai

- Amerika Serikat menegaskan siap melanjutkan perang jika Iran menolak kesepakatan damai, meski tetap mengutamakan jalur diplomasi untuk mengakhiri konflik.
- Negosiasi damai pertama di Islamabad gagal karena Iran menolak syarat AS yang meminta penghentian program senjata nuklir sebagai bagian dari perjanjian perdamaian.
- Kedua negara kini bersiap melakukan negosiasi tahap kedua, namun waktu dan lokasi pertemuan masih dalam pembahasan antara AS, Iran, dan Pakistan.
Jakarta, IDN Times - Pemerintah Amerika Serikat menegaskan siap melanjutkan perang jika Iran tidak kunjung menyepakati perdamaian. Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, mengatakan, pihaknya juga sudah menyiapkan kekuatan besar jika perang dengan Iran harus berlanjut.
Kendati demikian, Hegseth menegaskan bahwa AS akan selalu mengutamakan negosiasi damai dengan agar perang dengan Iran bisa segera berakhir. Namun, jika jalur diplomasi tidak efektif dan Iran tidak kunjung sepakat berdamai, AS tidak akan segan-segan untuk kembali memulai perang.
“Kami lebih memilih melakukannya dengan cara yang baik melalui kesepakatan yang dipimpin oleh wakil presiden dan tim negosiasi kami atau kami dapat melakukannya dengan cara yang sulit. Kami mendesak rezim baru Iran untuk memilih dengan bijak,” kata Hegseth dalam acara konferensi pers pada Kamis (16/4/2026), seperti dilansir Jerusalem Post.
1. AS akan menyerang infrastruktur energi Iran jika perang berlanjut

Dalam pernyataannya, Hegseth menambahkan, jika perang kembali meletus, AS akan berupaya menguasai Selat Hormuz secara penuh. Selain itu, AS juga akan menyerang semua infrastruktur energi yang dimiliki Iran.
Menurut Hegseth, langkah tersebut bertujuan untuk menghancurkan kekuatan Iran dari dasar sehingga mereka kalah dan bersedia untuk berdamai dengan AS. Terlebih, menurut Hegseth, Iran kini juga sudah hampir kehabisan kekuatan untuk berperang melawan AS.
“Jika Iran membuat pilihan yang buruk (tidak menyepakati perdamaian dengan AS), maka mereka akan menghadapi blokade dan pengeboman terhadap infrastruktur, listrik, dan energi,” ancam Hegseth.
2. AS dan Iran sudah melakukan negosiasi damai untuk mengakhiri perang

Untuk mengakhiri perang, AS dan Iran sebetulnya sudah menghelat negosiasi damai. Negosiasi tersebut dilakukan di Islamabad, Pakistan, pada 11 April pekan lalu. Sayangnya, negosiasi tersebut harus gagal total.
Dalam pernyataannya, Wakil Presiden AS, JD Vance, mengatakan, gagalnya negosiasi di Pakistan pekan lalu disebabkan Iran tidak mau menyetujui syarat perdamaian yang diberikan AS. Padahal, jika Iran setuju dengan syarat tersebut, kesepakatan perdamaian kemungkinan besar bisa diraih.
Jadi, jika ingin berdamai, AS meminta Iran untuk menyetop program pengembangan senjata nuklir mereka. Sebab, program senjata nuklir dianggap mengganggu stabilitas keamanan dunia, khususnya di Timur Tengah. Namun, Iran memutuskan untuk menolak syarat tersebut.
3. AS dan Iran bersiap melakukan negosiasi damai tahap kedua

Kendati negosiasi tahap pertama gagal, AS dan Iran tidak menyerang. Sebab, kedua negara dikabarkan sedang bersiap untuk melakukan negosiasi damai tahap kedua.
Awalnya, negosiasi lanjutan dikabarkan bakal kembali digelar di Pakistan pada Kamis waktu AS atau Jumat (17/4/2026) waktu Indonesia. Namun, rencana tersebut urung terjadi. Sebab, menurut Kementerian Luar Negeri Pakistan, AS dan Iran kini masih menentukan waktu yang tempat untuk bertemu.
“Siapa yang akan datang, seberapa besar delegasinya, siapa yang akan tinggal, dan siapa yang akan pergi, itu terserah pihak-pihak yang terlibat untuk memutuskan,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Pakistan, Tahir Andrabi, kepada wartawan di Islamabad dilansir Al Jazeera.















