Jakarta, IDN Times - Pemerintah Iran memberikan ancaman keras ke Amerika Serikat untuk mendesak mereka agar menyetujui proposal perdamaian. Desakan tersebut disampaikan langsung oleh salah satu negosiator Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, pada Senin (11/5/2026).
Dalam pernyataannya, Ghalibaf mengatakan bahwa AS harus segera menyetujui proposal perdamaian terbaru yang diberikan Iran. Jika tidak, maka AS akan menanggung konsekuensinya. Namun, ia tidak menjelaskan secara rinci konsekuensi apa yang dimaksud.
“Tidak ada alternatif lain selain menerima hak-hak rakyat Iran sebagaimana diuraikan dalam usulan 14 poin (yang ada dalam proposal perdamaian). Pendekatan lain apa pun akan sepenuhnya tidak membuahkan hasil. Hanya (akan ada) kegagalan demi kegagalan. Semakin lama mereka mengulur waktu, semakin banyak pembayar pajak AS yang akan menanggungnya,” tulis Ghalibaf dalam sebuah unggahan di X, seperti dilansir The Hill.
