Jakarta, IDN Times - Iran mengatakan pihaknya menolak tawaran Amerika Serikat (AS) untuk melakukan gencatan senjata selama 48 jam. Sejak 28 Februari 2026, AS bersama Israel telah menggempur Iran, menewaskan lebih dari 2 ribu orang di negara tersebut.
Menurut kantor berita Fars, AS mengusulkan gencatan senjata tersebut melalui negara ketiga pada Kamis (2/4/2026). Seorang pejabat mengatakan bahwa tawaran itu muncul setelah meningkatnya ketegangan dan tantangan yang dihadapi oleh pasukan AS di kawasan Timur Tengah.
"Upaya diplomatik AS untuk menghentikan pertempuran telah meningkat, terutama setelah adanya laporan serangan terhadap depot militer AS di Pulau Bubiyan di Kuwait," kata pejabat tersebut, dikutip dari Anadolu.
Awal pekan ini, Presiden AS, Donald Trump, mengatakan Iran lah yang meminta gencatan senjata. Namun, Teheran membantah klaim tersebut.
