Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IRGC Dukung Penuh Mojtaba Jadi Pemimpin Tertinggi Iran
Hojjat-ol-Islam Sayyed Mojtaba Khamenei, putra Pemimpin Republik Islam Iran, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei ( Tasnim News Agency, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons)
  • Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan dukungan penuh kepada Mojtaba Khamenei yang resmi dipilih Majelis Ahli sebagai pemimpin tertinggi baru menggantikan Ayatollah Ali Khamenei.
  • IRGC menegaskan loyalitasnya kepada Mojtaba dan menilai ia memiliki kemampuan memimpin Iran menghadapi tantangan politik serta keamanan di tengah ketegangan kawasan Timur Tengah.
  • Pengangkatan Mojtaba terjadi setelah kematian Ayatollah Ali Khamenei akibat serangan udara AS-Israel, yang memicu eskalasi konflik dan serangan balasan dari Iran di kawasan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan dukungan penuh kepada Mojtaba Khamenei setelah ia dipilih sebagai pemimpin tertinggi baru Iran oleh Majelis Ahli. Pernyataan tersebut disampaikan tidak lama setelah pengumuman resmi mengenai pengangkatan Mojtaba sebagai penerus Ayatollah Ali Khamenei.

Dalam pernyataannya yang dikutip dari Anadolu, Senin (9/3/2026), IRGC juga menyampaikan ucapan selamat kepada Mojtaba Khamenei atas terpilihnya ia memimpin Republik Islam Iran. Dukungan ini menandai sikap resmi salah satu institusi militer paling berpengaruh di negara tersebut.

Sebelumnya, Ayatollah Ali Khamenei tewas pada 28 Februari dalam serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel di Teheran. Ia memimpin Iran selama hampir empat dekade sebelum kematiannya memicu perubahan besar dalam struktur kepemimpinan negara.

Pergantian kepemimpinan tersebut terjadi di tengah situasi geopolitik yang memanas di kawasan Timur Tengah. Serangan terhadap Iran memicu rangkaian serangan balasan yang semakin memperluas konflik di kawasan.

1. IRGC hormati keputusan Majelis Ahli

Latihan pasukan darat Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), dengan kehadiran Mayor Jenderal Hossein Salami, Panglima Tertinggi IRGC, dan sekelompok komandan senior IRGC di wilayah Aras. (commons.wikimedia.org/Tasnim News Agency/Hossein Zohrevand)

Dalam pernyataannya, IRGC menegaskan, mereka menghormati keputusan Majelis Ahli yang telah memilih Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi Iran.

Majelis Ahli merupakan lembaga beranggotakan ulama yang memiliki kewenangan konstitusional untuk memilih dan mengawasi pemimpin tertinggi dalam sistem Republik Islam Iran.

IRGC juga menyatakan komitmennya untuk mengikuti arahan dari pemimpin baru tersebut. Mereka menegaskan akan memberikan loyalitas penuh kepada Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi negara.

Dukungan tersebut menegaskan posisi militer elite Iran dalam mendukung proses suksesi kepemimpinan yang telah diputuskan oleh lembaga resmi negara.

2. Mojtaba dinilai mampu hadapi tantangan Iran

Pemimpin Tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei (AFP / Khamenei.ir)

Dalam pernyataan yang sama, IRGC menggambarkan Mojtaba Khamenei sebagai seorang ulama yang memiliki kemampuan untuk memimpin Iran menghadapi berbagai tantangan.

Menurut IRGC, Iran saat ini menghadapi dinamika politik dan keamanan yang kompleks, terutama di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Korps militer tersebut menilai kepemimpinan Mojtaba diperlukan untuk menjaga stabilitas negara serta menghadapi tekanan eksternal yang terus meningkat. IRGC juga menyerukan kepada seluruh rakyat Iran untuk mendukung kepemimpinan baru tersebut.

Mereka menilai dukungan nasional penting untuk menjaga stabilitas dan kekuatan negara di tengah situasi yang tidak menentu.

3. Iran hadapi eskalasi konflik kawasan

potret bendera Iran (unsplash.com/sina drakhshani)

Pemilihan Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi Iran terjadi di tengah eskalasi konflik yang terus meningkat di kawasan Timur Tengah. Ketegangan meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan militer terhadap Iran. Serangan tersebut memicu gelombang serangan balasan dari Teheran.

Serangan balasan Iran dilaporkan menargetkan berbagai kepentingan militer dan strategis di kawasan Timur Tengah.

Dalam situasi tersebut, IRGC menegaskan komitmennya untuk mempertahankan Republik Islam Iran dari berbagai ancaman eksternal yang muncul seiring meningkatnya konflik regional.

Editorial Team