Netanyahu Janji Bakal Terus Gempur Iran

- Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menegaskan akan terus menggempur Iran hingga rezim pemerintahan negara itu tumbang, dengan dukungan penuh dari Amerika Serikat.
- Presiden AS Donald Trump meminta Iran menyerah tanpa syarat, namun Presiden Iran Masoud Pezeshkian menolak dan memilih tetap melawan sambil membuka peluang dialog diplomatik.
- Serangan gabungan AS-Israel telah menewaskan lebih dari 1.300 warga Iran serta merusak berbagai fasilitas publik, termasuk puluhan sekolah di beberapa wilayah.
Jakarta, IDN Times - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, pada Sabtu (7/3/2026) berjanji akan terus menyerang Iran sampai menang. Sebab, ia benar-benar ingin menumbangkan rezim pemerintahan Iran usai kematian Ayatollah Ali Khamenei.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Netanyahu akan terus melakukan serangan ke Iran dengan seluruh kekuatan yang dimiliki Israel. Ia juga menegaskan akan bekerja sama dengan AS agar bisa menumbangkan rezim pemerintahan di Iran.
1. Israel masih menyerang Iran

Hingga saat ini, Israel masih melakukan serangan ke Iran. Serangan terbaru dilakukan di Ibu Kota Teheran pada Sabtu malam waktu setempat. Serangan tersebut menyasar gudang penyimpanan minyak yang ada di sana. Ini membuat ledakan dan kebakaran hebat terjadi di sekitar lokasi kejadian.
Sebelum serangan dilakukan, Presiden AS, Donald Trump, telah meminta Iran untuk menyerah tanpa syarat. Langkah ini bertujuan untuk mengakhiri konflik. Jika tidak, AS dan Israel akan terus menyerang Iran dengan kekuatan yang lebih besar. Namun, jika Iran menuruti perintah, Trump tidak akan segan-segan untuk membantu Iran agar bisa menjadi negara yang lebih baik.
“Tidak akan ada kesepakatan dengan Iran, kecuali menyerah tanpa syarat! Setelah itu dan setelah terpilihnya pemimpin yang hebat dan dapat diterima, kami dan banyak sekutu kami yang luar biasa dan sangat berani, akan bekerja keras untuk membawa Iran kembali dari ambang kehancuran, menjadikannya lebih besar, lebih baik, dan lebih kuat secara ekonomi daripada sebelumnya,” ujar Trump, seperti dilansir BBC.
2. Iran berjanji tidak akan menyerah

Namun, Iran tidak mau menuruti perintah Trump untuk menyerah tanpa syarat. Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menegaskan akan terus melawan AS dan Israel karena telah menyerang negaranya dan membunuh Khamenei.
Meski begitu, Pezeshkian mengatakan Iran tetap membuka pintu dialog dengan AS dan Israel agar konflik segera usai. Sebab, jika perang terus berlanjut, situasi di Timur Tengah bakal makin kacau.
"Gagasan bahwa kita akan menyerah tanpa syarat, mereka harus mengubur mimpi seperti itu sampai mati. Saya pikir kita harus menyelesaikan ini melalui diplomasi," kata Pezeshkian dilansir The Economic Times.
3. Korban jiwa terus berjatuhan imbas serangan AS-Israel ke Iran

Serangan yang dilakukan AS dan Israel ke Iran membuat korban jiwa terus berjatuhan. Duta Besar Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Amir Saeid Iravani, pada Jumat (6/3/2026) mengatakan, korban tewas di Iran imbas serangan AS-Israel sudah mencapai sekitar 1.332 orang. Jumlah tersebut akan terus bertambah jika serangan terus terjadi.
Selain mengakibatkan korban jiwa, Iravani mengatakan, serangan AS-Israel sejak 28 Februari 2026 juga telah merusak banyak fasilitas publik. Salah satu fasilitas publik yang menjadi korban adalah sekolah. Menurutnya, ada lebih dari 20 sekolah di Iran yang hancur usai terkena serangan AS-Israel.
Iravani menyayangkan tindakan Negeri Paman Sam dan Israel yang menyerang warga sipil dan fasilitas publik yang ada di Iran. Menurutnya, tindakan tersebut telah melanggar hukum internasional. Sebab, rakyat sipil dan fasilitas publik seharusnya tidak boleh dijadikan objek serangan dalam peperangan.



















