Ulama Iran Desak Segera Cari Pengganti Khamenei

- Ulama garis keras Iran mendesak Majelis Pakar segera memilih pengganti Ayatollah Ali Khamenei setelah pembunuhannya, agar kepemimpinan negara tidak berlarut di tangan dewan sementara.
- Dewan sementara terdiri dari Presiden Masoud Pezeshkian, Ketua Mahkamah Agung Gholam-Hossein Mohseni-Ejei, dan Ayatollah Alireza Arafi sesuai Pasal 111 Konstitusi Iran.
- Presiden AS Donald Trump menyatakan ingin terlibat dalam pemilihan pemimpin baru Iran, namun Teheran menolak keras campur tangan tersebut di tengah ketegangan dengan AS dan Israel.
Jakarta, IDN Times - Ulama garis keras Iran menyerukan pemilihan pemimpin tertinggi baru dengan cepat untuk membantu proses pemerintahan negara. Media Iran melaporkan, Teheran terguncang oleh gelombang serangan baru dari Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Seruan tersebut menunjukkan, beberapa kalangan ulama merasa tidak nyaman menyerahkan kekuasaan kepada dewan beranggotakan tiga orang yang ditugaskan sementara setelah pembunuhan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, dengan kepemilikan wewenang terakhir dalam semua urusan negara.
Dewan ini terdiri dari Presiden Masoud Pezeshkian, Ketua Mahkamah Agung Gholam-Hossein Mohseni-Ejei, dan anggota Dewan Penjaga Ayatollah Alireza Arafi, yang penunjukkannya sesuai Pasal 111 Konstitusi Iran. Di sisi lain, Presiden AS, Donald Trump, mengatakan pihaknya harus berperan dalam memilih pemimpin baru. Tentu saja, Iran menolak tuntutan Trump karena telah mencampuri kedaulatannya.
Ayatollah Hossein Mozafari, salah satu dari 88 anggota Majelis Pakar, badan ulama yang bertugas memilih pemimpin berikutnya, mengatakan majelis tersebut dapat bertemu dalam 24 jam ke depan untuk mengambil keputusan. Dilansir Al Jazeera, Minggu (8/3/2026), tidak jelas apakah hal itu akan melibatkan pertemuan tatap muka. Sumber-sumber mengatakan, beberapa ulama sebelumnya telah mengadakan konsultasi secara daring.
Pernyataan Mozafari menyusul komentar sebelumnya dari ulama garis keras yang menuntut keputusan cepat. Tak hanya dia, Grand Ayatollah Hossein Nouri Hamedani juga mendesak anggota Majelis Pakar untuk mempercepat proses pemilihan pengganti Khamenei.
Ayatollah Agung Naser Makarem Shirazi, yang memiliki banyak pengikut untuk fatwa agamanya, mengatakan penunjukan diperlukan dengan cepat untuk membantu mengatur urusan negara dengan lebih baik.
Pekan lalu, dua otoritas agama Syiah senior juga mengeluarkan fatwa yang menyerukan umat Muslim di seluruh dunia untuk membalas pembunuhan Khamenei. Makarem Shirazi mengatakan itu adalah kewajiban agama bagi umat Muslim sampai kejahatan para penjahat ini diberantas dari dunia.
Mengikuti aturan yang tercantum dalam konstitusi Iran, sebuah dewan beranggotakan tiga orang yang terdiri dari presiden, seorang ulama senior, dan kepala peradilan telah mengambil alih peran pemimpin tertinggi hingga majelis memutuskan. Konstitusi Iran menyatakan, pemimpin tertinggi harus dipilih dalam waktu tiga bulan.
















