Jakarta, IDN Times - Militer Israel mengakui pasukannya telah merusak sebuah bangunan keagamaan di desa Yaroun, Lebanon selatan. Pengakuan yang disampaikan pada Sabtu (2/5/2026) ini, memicu kecaman dari badan amal Katolik asal Prancis, L'Oeuvre d'Orient.
Kelompok amal itu menyebut tindakan Israel sebagai serangan yang disengaja terhadap tempat ibadah umat Kristen. Insiden tersebut menambah ketegangan di tengah konflik bersenjata yang masih berlangsung di wilayah perbatasan.
