Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Biarawati Prancis Diserang di Yerusalem, Pelaku Ditangkap

Biarawati Prancis Diserang di Yerusalem, Pelaku Ditangkap
ilustrasi biarawati (unsplash.com/Ricardo Gomez Angel)
Intinya Sih
  • Seorang biarawati asal Prancis diserang pria Yahudi di Yerusalem Timur, menyebabkan luka memar dan memicu kecaman luas dari berbagai pihak.
  • Polisi Israel menangkap pelaku berusia 36 tahun setelah insiden tersebut viral, sementara pemerintah menyebut serangan itu sebagai tindakan memalukan.
  • Gereja Ortodoks Yunani mengecam serangan ini dan memperingatkan meningkatnya kekerasan terhadap komunitas Kristen di Yerusalem serta menyerukan tindakan internasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Seorang biarawati berusia 48 tahun asal Prancis diserang oleh pria Yahudi di Yerusalem Timur yang diduduki awal pekan ini. Insiden tersebut menuai kecaman dari Kepala Gereja Ortodoks Yunani setempat, yang memperingatkan meningkatnya kekhawatiran terhadap keamanan umat Kristiani di Tanah Suci.

Serangan itu terjadi di depan Cenacle, sebuah situs di Gunung Zion yang dianggap suci oleh umat Kristen dan Yahudi, pada Selasa (28/4/2026). Dalam video yang dirilis oleh polisi Israel pada Kamis (30/4/2026), seorang pria tampak mengikuti biarawati tersebut, lalu mendorongnya dengan keras hingga terjatuh ke tanah. Pria itu sempat pergi menjauh, tapi kemudian kembali untuk menendang korban yang masih tergeletak. Ia akhirnya dihentikan oleh orang-orang sekitar yang menyaksikan kejadian tersebut.

Akibat serangan itu, biarawati tersebut mengalami luka memar di wajah. Ia kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

1. Tersangka telah ditangkap oleh polisi

ilustrasi penangkapan (pexels.com/)
ilustrasi penangkapan (pexels.com/)

Dilansir dari MEE, Pastor Olivier Poquillon, direktur Sekolah Penelitian Alkitab dan Arkeologi Prancis di Yerusalem, mengatakan bahwa biarawati tersebut merupakan peneliti di lembaga itu. Dalam pernyataannya di media sosial X, ia mengecam serangan tidak beralasan tersebut dan menyerukan agar pelaku ditangkap.

Kementerian Luar Negeri Israel juga menyebut insiden itu sebagai tindakan memalukan.

“Di kota yang suci bagi orang Yahudi, Kristen, dan Muslim, kami tetap berkomitmen untuk melindungi semua komunitas dan memastikan mereka yang bertanggung jawab atas kekerasan dimintai pertanggungjawaban,” tambah kementerian tersebut.

Pada Rabu (29/4/2026), polisi Israel mengumumkan telah menangkap pelaku yang disebut berusia 36 tahun. Jurnalis Channel 13, Yossi Eli, melaporkan bahwa pelaku baru ditangkap setelah serangan itu mendapat sorotan luas di media.

2. Gereja Ortodoks Yunani kecam serangan tersebut

dekorasi di Gereja Ortodoks Yunani
dekorasi di Gereja Ortodoks Yunani (unsplash.com/Christina Victoria Craft)

Kecaman juga datang dari pemimpin Gereja Ortodoks Yunani di Yerusalem, Uskup Agung Atallah Hanna. Ia mengatakan bahwa serangan tersebut terjadi di tengah meningkatnya pelanggaran terhadap lembaga-lembaga Kristen di Yerusalem.

"Hal ini mencerminkan meningkatnya kekhawatiran terhadap masa depan keberadaan historis umat Kristen di Tanah Suci," tulis Hanna di Facebook.

Ia juga memperingatkan bahwa serangan semacam itu bukan lagi insiden yang terisolasi, melainkan bagian dari pola berulang yang mengancam kehadiran umat Kristen. Oleh karena itu, ia menyerukan adanya tindakan internasional untuk menghentikannya.

3. Serangan terhadap komunitas Kristen di Yerusalem Timur dan Israel meningkat

tentara Israel dalam operasi darat di Jalur Gaza
tentara Israel dalam operasi darat di Jalur Gaza (IDF Spokesperson's Unit)

Menurut Rossing Center for Education and Dialogue, serangan terhadap komunitas Kristen di Yerusalem Timur yang diduduki dan Israel telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Gereja-gereja di Yerusalem juga berulang kali meminta pemerintah Israel untuk bertindak tegas guna menghentikan serangan tersebut, dilansir dari Al Jazeera.

Pada April 2026, sebuah foto yang memperlihatkan tentara Israel menghancurkan patung Yesus di Lebanon selatan viral di media sosial dan memicu kemarahan publik. Militer Israel kemudian mencopot tentara tersebut dari tugas tempur dan menjatuhkan hukuman penjara selama 30 hari.

Sementara itu di Tepi Barat, para pemukim Israel dilaporkan kembali melancarkan serangan terhadap kota Taybeh, salah satu dari sedikit kota berpenduduk mayoritas Kristen di wilayah tersebut.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Related Articles

See More