Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Israel Bakal Gelar Festival LGBTQ Terbesar di Timur Tengah
ilustrasi bendera LGBTQ (pexels.com/Gotta Be Worth It)
  • Israel akan menggelar festival LGBTQ terbesar di Timur Tengah bernama Pride Land pada 1–4 Juni 2026, mengubah Gurun Yudea dekat Laut Mati menjadi kota sementara bernama Pride City.
  • Pride Land menghadirkan konsep multigenerasi dengan area budaya, seni, dan zona keluarga, menampilkan musisi LGBTQ Israel serta mempromosikan Laut Mati sebagai destinasi wisata inklusif.
  • Penyelenggara menegaskan festival ini bukan pengganti Parade Tel Aviv, digelar di tengah tantangan pariwisata Israel akibat situasi keamanan yang belum stabil meski ada gencatan senjata.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN TimesIsrael dijadwalkan menjadi tuan rumah festival LGBTQ terbesar yang pernah berlangsung di kawasan Timur Tengah pada musim panas mendatang. Acara bernama Pride Land itu akan mengubah sebagian wilayah Gurun Yudea dekat Laut Mati menjadi Pride City (Kota Kebanggaan) sementara selama empat hari, dari Senin (1/6/2026) hingga Kamis (4/6/2026).

Aaron Cohen sebagai produser utama sekaligus penggagas menyatakan bahwa Pride Land dirancang bukan sekadar perayaan biasa. Ia menilai proyek ini menjadi yang paling besar di kawasan tersebut, dengan investasi jutaan dolar AS, pemesanan seluruh hotel selama empat hari, serta pembangunan kota sementara dari awal di area gurun.

“Ini adalah pengalaman yang hidup 24/7, dari kunjungan yang tenang hingga malam-malam kebanggaan, dengan lingkungan hidup yang penuh musik dan orang-orang,” ujar Cohen kepada Jerusalem Post.

1. Penyelenggara hadirkan konsep multigenerasi di Pride City

ilustrasi bendera LGBTQ (pexels.com/Mick De Paola)

Festival Pride Land tak hanya menghadirkan pesta dan pertunjukan hiburan. Penyelenggara juga menyiapkan area budaya dan seni, lengkap dengan zona relaksasi yang menawarkan panorama alam sekitar.

Selain itu, tersedia kawasan khusus yang ramah keluarga dengan berbagai aktivitas untuk anak-anak, lokakarya keluarga, serta program yang bisa dinikmati semua kelompok usia. Konsep ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman inklusif dalam satu lokasi.

Penyelenggara menargetkan terciptanya “Pride City” yang menggabungkan masyarakat lokal Israel dengan wisatawan mancanegara. Melalui acara ini, wilayah Laut Mati juga dipromosikan sebagai destinasi wisata bagi komunitas LGBTQ, sekaligus memperluas citra perayaan Pride yang selama ini identik dengan Tel Aviv.

Di sisi lain, panggung utama akan diisi sejumlah musisi LGBTQ Israel seperti Harel Skaat, Dana International, Ran Danker, Shahar Tabuch, dan Ivri Lider, serta beberapa DJ dari komunitas tersebut.

2. Penyelenggara tegaskan festival bukan pengganti parade Tel Aviv

bendera Israel (pexels.com/Leon Natan)

Jonathan Gadol selaku Direktur Utama X Production menjelaskan bahwa Pride Land tidak dirancang untuk menggantikan Parade Pride yang rutin digelar di Tel Aviv. Festival ini diposisikan sebagai tambahan yang mengikuti perkembangan komunitas dan dibuat oleh serta untuk anggotanya sendiri.

Penjualan tiket bersama paket akomodasi disebut akan segera tersedia. Opsi yang ditawarkan meliputi paket hotel, tiket harian, hingga pilihan paket premium.

3. Festival digelar di tengah tantangan pariwisata Israel

Bendera Israel (pexels.com/cottonbro studio)

Pengumuman Pride Land muncul di tengah kondisi sektor pariwisata Israel yang masih menghadapi tantangan akibat situasi keamanan. Walau terdapat gencatan senjata dengan Iran dan Hizbullah di Lebanon serta pembicaraan damai terus berjalan, situasi belum sepenuhnya stabil.

Dilansir dari New York Post, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) tetap mengimbau warganya untuk tidak melakukan perjalanan ke Israel. Imbauan tersebut didasarkan pada risiko terorisme dan potensi kerusuhan sipil yang dinilai masih meningkat.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team