Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Diduga Terlibat Perang Iran, 40 Warga Israel di Bandara Rusia

Diduga Terlibat Perang Iran, 40 Warga Israel di Bandara Rusia
ilustrasi bandara (unsplash.com/Katrina)
Intinya Sih
  • Pihak berwenang Rusia menahan 40 warga Israel di Bandara Domodedovo, Moskow, karena dugaan keterlibatan mereka dalam perang melawan Iran sebelum akhirnya dibebaskan setelah interogasi beberapa jam.
  • Kementerian Luar Negeri Israel mengecam tindakan Rusia yang dianggap tidak bersahabat dan segera melakukan intervensi diplomatik hingga warganya diizinkan masuk kembali ke wilayah Rusia.
  • Israel mengakui ada sebagian kecil warganya yang membantu pemerintah dalam perang melawan Iran, namun membantah tuduhan Rusia bahwa jumlahnya sebanyak yang disebutkan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Pihak berwenang Rusia menahan 40 warga Israel yang baru mendarat di Bandara Domodedovo, Moskow, pada Minggu (19/4/2026). Penahanan ini dilakukan karena warga Israel tersebut diduga terlibat membantu Israel berperang melawan Iran.

Pihak bandara mengatakan, 40 warga Israel tadi terbang dari Tel Aviv. Beberapa dari mereka dikabarkan memiliki dua kewarganegaraan, yakni Israel dan Rusia.  Mereka ditahan dan diinterogasi oleh pihak berwenang Rusia selama beberapa jam atas dugaan keterlibatan mereka dalam perang Iran.

1. Warga Israel yang ditahan akhirnya dibebaskan

Tangan orang diborgol.
ilustrasi penahanan (unsplash.com/niu niu)

Selama diinterogasi, warga Israel yang diduga terlibat perang Iran tersebut juga diminta untuk menunjukkan isi ponsel mereka. Namun, mereka menolak dengan keras karena alasan privasi. 

Usai ditahan selama beberapa jam, warga Israel tersebut lantas dibebaskan. Mereka juga diminta untuk menandatangani sebuah dokumen yang berisi perjanjian akan konsekuensi yang diberikan jika melanggar aturan hukum selama berada di Rusia.  

Warga Israel tersebut menilai tindakan yang dilakukan pihak berwenang Rusia sudah mencemari nama baik mereka. Sebab, mereka mengaku kedatangannya ke Rusia tidak bertujuan untuk melakukan tindak kriminal apa pun. Apalagi, membantu Israel berperang melawan Iran.  

2. Kementerian Luar Negeri Israel merespons penahanan warganya di Moskow

Gedung Kementerian Luar Negeri Israel.
potret gedung Kementerian Luar Negeri Israel (commons.wikimedia.org/Almog)

Penahanan ini lantas direspons oleh Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Israel. Mereka mengecam upaya penahanan yang dilakukan Rusia terhadap warganya yang baru tiba di bandara Moskow. Israel juga menyebut penahanan tersebut sebagai langkah tidak bersahabat yang dilakukan terhadap mereka. 

"Segera setelah insiden itu diketahui, Menteri Luar Negeri Gideon Sa'ar mengarahkan staf kementerian untuk bertindak bersama dengan Kementerian Luar Negeri Rusia dan Kedutaan Besar Israel di Moskow," ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Israel yang tidak disebut namanya, seperti dilansir Jerusalem Post pada Senin (20/4/2026).

"Setelah intervensi ini, insiden tersebut terselesaikan dan masuknya warga Israel sudah (ke Rusia) sudah disetujui. Telah dijelaskan kepada pihak Rusia bahwa perilaku ini sama sekali tidak dapat diterima dan Israel memandang insiden ini dengan sangat serius," lanjutnya.

3. Israel mengakui ada warganya yang terlibat perang dengan Iran

Bendera Israel sedang berkibar.
potret bendera Israel (pexels.com/Andrew Patrick Photo)

Kemlu Israel juga merespons tuduhan Rusia soal keterlibatan warganya dalam perang melawan Iran. Juru Bicara Kemlu Israel membenarkan ada warga mereka yang terlibat membantu pemerintah berperang melawan Iran. 

Meski begitu, menurut dia, jumlahnya tidak sebanyak yang dituduhkan oleh Rusia. Sebab, Israel hanya memilih orang-orang tertentu saja untuk membantu mereka berperang melawan Iran.

Sebagai informasi, perang antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel kini sudah mereda. Sebab, sudah ada kesepakatan gencatan senjata di antara mereka. Namun, perang kini terancam berlanjut karena Iran menolak untuk melakukan negosiasi damai tahap kedua dengan Negeri Paman Sam. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in News

See More