Jakarta, IDN Times - Serangan udara Israel kembali mengguncang Jalur Gaza pada Sabtu (31/1/2026), menewaskan sedikitnya 32 warga Palestina. Otoritas pertahanan sipil setempat mengonfirmasi korban jiwa mencakup perempuan dan anak-anak yang tewas akibat rentetan tembakan di berbagai lokasi.
Eskalasi ini justru terjadi saat fase kedua gencatan senjata yang disponsori Amerika Serikat (AS) sedang berjalan. Bombardir menghantam titik-titik vital mulai dari kantor polisi di Kota Gaza hingga tenda-tenda pengungsi di wilayah selatan, memicu kecaman dari mediator internasional.
