ilustrasi perang AS-Israel melawan Iran (unsplash.com/Saifee Art)
Kompleks South Pars berada di wilayah Iran dari ladang gas lepas pantai terbesar di dunia yang dibagi dengan Qatar di Teluk Persia. Cadangan gas di kawasan ini diperkirakan mencapai 51 triliun meter kubik yang cukup memenuhi kebutuhan global selama 13 tahun.
Serangan pada awal pekan ini menjadi aksi kedua Israel terhadap area South Pars. Serangan sebelumnya pada Maret memicu balasan besar Iran yang menyasar infrastruktur minyak dan gas di beberapa negara Teluk Arab, termasuk fasilitas gas alam cair Ras Laffan milik Qatar, sementara media pemerintah Iran menyebut serangan terbaru tak menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan besar di Assaluyeh, dilansir The Hill.
Juru bicara militer Israel Nadav Shoshani menyatakan konflik masih berlangsung di tengah upaya pembicaraan untuk mengakhirinya. Katz menyebut Iran kerap memanfaatkan negosiasi untuk menunda waktu sambil tetap melancarkan serangan, sementara Israel terus merespons dan siap bertindak jika keputusan politik mengarah pada operasi militer.
Pembahasan gencatan senjata selama 45 hari yang dimediasi Pakistan, Mesir, dan Turki juga tengah berlangsung menurut laporan Axios. Gedung Putih menyebut Presiden Trump belum menyetujui proposal tersebut, sementara Menteri Luar Negeri Mesir Badr Abdelatty mengonfirmasi pertukaran pandangan dengan berbagai pihak termasuk utusan AS Steve Witkoff dan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi.
Trump mengatakan kepada Fox News bahwa Iran hampir mencapai kesepakatan, namun Teheran berulang kali membantah keterlibatan dalam negosiasi dengan AS atau Israel.