Presiden Iran: Saya Siap Korbankan Nyawa Demi Negara

- Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan kesiapannya mengorbankan nyawa demi membela negaranya dari ancaman serangan Amerika Serikat dan Israel.
- Warga Iran, dipimpin Alireza Rahimi, menggelar gerakan nasional yang melibatkan kaum muda hingga akademisi untuk menunjukkan kesiapan mempertahankan infrastruktur vital dari ancaman AS.
- Iran tetap menutup Selat Hormuz bagi kapal AS dan Israel, namun telah memberi izin pelayaran bagi negara lain seperti Indonesia, China, Jepang, dan Rusia.
Jakarta, IDN Times - Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menegaskan dirinya siap mati untuk mempertahankan negaranya dari serangan Amerika Serikat dan Israel. Pernyataan ini dilontarkan menyusul AS yang terus mengancam akan menyerang Iran dengan kekuatan yang lebih besar.
“Hingga saat ini, lebih dari 14 juta warga Iran yang bangga telah menyatakan kesediaan mereka untuk mengorbankan nyawa demi membela Iran. Saya pun telah, sedang, dan akan terus mengorbankan nyawa demi Iran,” ujar Pezeshkian dalam unggahan di X pada Selasa (7/4/2026), seperti dilansir Anadolu Agency.
1. Warga Iran melakukan gerakan untuk melawan serangan AS

Sebagai bentuk dukungan untuk mempertahankan negara dari serangan AS, warga Iran membuat sebuah gerakan. Gerakan tersebut diinisiasi oleh Sekretaris Dewan Tertinggi Pemuda Iran, Alireza Rahimi.
Rahimi mengajak kaum muda, atlet, seniman, mahasiswa, dan profesor dari seluruh universitas untuk berkumpul di dekat pembangkit listrik dan jembatan yang ada di Iran. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk kesiapan warga Iran untuk mengorbankan nyawanya demi negara.
Gerakan ini datang menyusul ancaman yang diberikan oleh Presiden AS, Donald Trump. Ia mengancam akan menyerang seluruh pembangkit listrik dan jembatan yang ada di Iran jika mereka enggan membuka Selat Hormuz.
2. Trump pernah bersedia mengakhiri perang dengan Iran tanpa membuka Selat Hormuz

Sebetulnya, Trump pernah dikabarkan bersedia mengakhiri perang dengan Iran tanpa membuka Selat Hormuz. Kabar tersebut termuat dalam laporan Wall Street Journal (WSJ) yang dikutip oleh Times of Israel. WSJ sendiri mendapatkan informasi tersebut dari seorang pejabat AS.
Meski begitu, Trump disebut tetap ingin membuka Selat Hormuz yang ditutup oleh Iran. Sebab, Trump ingin membuat kapal-kapal dagang, terutama kapal minyak, dari seluruh dunia dan dari AS bisa berlayar di selat tersebut dengan bebas tanpa ancaman apa pun.
3. Iran sudah mengizinkan sejumlah negara untuk melewati Selat Hormuz

Saat ini, Iran sebetulnya sudah mengizinkan kapal dari sejumlah negara untuk berlayar di Selat Hormuz. Namun, Iran tetap menutup selat tersebut untuk AS dan Israel karena mereka merupakan negara yang memicu terjadinya perang.
Ada sejumlah negara yang kini sudah mengantongi izin dari Iran agar kapalnya bisa berlayar di Selat Hormuz. Beberapa di antaranya, seperti Malaysia, Thailand, Indonesia, China, Jepang, Irak, dan Rusia.
Awalnya, kapal dari negara-negara di atas sempat tertahan di Selat Hormuz. Namun, usai melobi pemerintah Iran beberapa waktu lalu, kapal mereka kini sudah diizinkan Iran untuk berlayar dari dan ke Selat Hormuz.

















