Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
bendera Lebanon. (unsplash.com/Charbel Karam)
bendera Lebanon. (unsplash.com/Charbel Karam)

Intinya sih...

  • Israel melakukan serangan udara di perbatasan Suriah-Lebanon dan desa di Lebanon selatan

  • Pengeboman mengakibatkan 2 tewas, 19 luka, termasuk jurnalis yang sedang meliput

  • Israel klaim targetkan jalur penyelundupan senjata Hizbullah, sementara Presiden Lebanon kecam pelanggaran gencatan senjata

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Militer Israel melancarkan serangan udara ke empat titik penyeberangan di perbatasan Suriah-Lebanon serta beberapa desa di Lebanon selatan pada Rabu (21/1/2026). Serangan ini mengakibatkan sedikitnya dua orang tewas dan melukai belasan warga sipil lainnya.

Pengeboman terjadi meskipun kesepakatan gencatan senjata yang disponsori Amerika Serikat (AS) telah berlaku sejak November 2024. Kementerian Kesehatan Lebanon mencatat 19 orang terluka dalam serangan di kota Qanarit, termasuk jurnalis yang sedang meliput di lokasi.

1. Ledakan guncang desa Qanarit dan Zahrani

tentara Israel di Lebanon selatan. (wikimedia/IDF Spokesperson's Unit)

Pesawat tempur Israel membombardir bangunan di beberapa desa Lebanon selatan seperti Al-Kharayeb, Al-Ansar, Kfour, dan Jarjouh. Pengeboman dilakukan setelah militer Israel mengeluarkan peringatan evakuasi paksa terhadap penduduk setempat melalui peta yang diunggah di media sosial.

Insiden di Qanarit mengakibatkan 19 orang terluka. Kantor berita AFP melaporkan seorang fotografer dan dua jurnalis lain terluka ringan akibat puing-puing ledakan saat bekerja di dekat lokasi serangan. Para awak media berada di lokasi untuk meliput dampak peringatan evakuasi sebelumnya.

Serangan drone secara spesifik menghantam sebuah mobil di jalan Zahrani-Msayleh yang menewaskan satu orang. Serangan serupa juga terjadi pada kendaraan di kota Bazouriyeh, distrik Tyre, yang merenggut satu nyawa warga sipil lainnya. Kementerian Kesehatan Lebanon mengonfirmasi dua korban luka kini menjalani perawatan intensif. Tiga korban lainnya harus menjalani rawat inap, sementara 14 orang mendapatkan penanganan medis di ruang gawat darurat akibat luka-luka yang diderita.

2. Israel klaim targetkan jalur penyelundupan senjata

pasukan Israel di perbatasan Suriah. (Israel Defense Forces, CC BY 2.0 , via Wikimedia Commons)

Militer Israel menyatakan empat penyeberangan di perbatasan Suriah-Lebanon, khususnya di area Hermel, menjadi sasaran utama karena digunakan oleh Hizbullah untuk memindahkan logistik perang. Tel Aviv menuduh area perbatasan dimanfaatkan untuk menyelundupkan senjata secara ilegal.

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengklaim telah membunuh Muhammad Awasha dalam operasi terpisah. Awasha dituduh sebagai penyelundup senjata utama Hizbullah.

"Awasha mengoperasikan banyak penyelundup yang bertanggung jawab atas penyelundupan senjata dari Irak ke Suriah dan Lebanon," tulis pernyataan militer Israel, dilansir Anadolu Agency.

Operasi udara Israel turut menewaskan Abu Ali Salameh, seorang anggota Hizbullah di wilayah Sidon. Israel menuduh tentara Lebanon memberikan informasi kepada Salameh sebelum serangan terjadi sehingga depot senjata sempat dikosongkan, tetapi tuduhan kolusi militer Lebanon belum terbukti.

3. Presiden Lebanon kecam pelanggaran gencatan senjata

sudut kota Beirut, Lebanon. (unsplash.com/christellehayek)

Presiden Lebanon Joseph Aoun mengutuk serangan udara yang menyasar desa-desa berpenduduk tersebut. Aoun menyebut Israel melancarkan serangan sistematis terhadap warga sipil yang dapat memicu eskalasi konflik.

"Perilaku agresif yang berulang ini membuktikan kembali penolakan Israel untuk mematuhi kewajibannya yang timbul dari perjanjian penghentian permusuhan," tegas Presiden Aoun, dikutip Al Jazeera.

Militer Lebanon menyatakan, serangan Israel telah menghambat upaya militer untuk menyelesaikan rencana pelucutan senjata Hizbullah di selatan sungai Litani. Pelucutan senjata milisi merupakan bagian dari kesepakatan gencatan senjata yang disepakati kedua belah pihak.

Meskipun gencatan senjata telah ditandatangani, serangan Israel terus berlanjut dan telah menewaskan lebih dari 350 orang di Lebanon sejak kesepakatan berlaku. Total korban tewas sejak eskalasi perang Oktober 2023 hingga saat ini telah melampaui 4 ribu jiwa.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team