Israel Luncurkan Operasi Militer di Hebron Tepi Barat, 7 Orang Ditangkap

- Tujuh warga Palestina ditangkap, termasuk seorang anak laki-laki berusia 13 tahun
- Tingkat kekerasan di Hebron relatif lebih rendah dibandingkan wilayah lain di Tepi Barat
- Lebih dari 1.100 warga Palestina terbunuh di Tepi Barat sejak Oktober 2023
Jakarta, IDN Times - Militer Israel mulai melancarkan operasi besar-besaran di Hebron, Tepi Barat yang diduduki. Ratusan tentara dan alat berat dikerahkan.
Dalam pernyataan pada Senin (19/1/2026), militer Israel mengatakan operasi tersebut akan berlangsung selama beberapa hari ke depan dengan melibatkan dinas keamanan dalam negeri, Shin Bet, dan Polisi Perbatasan. Operasi ini akan berfokus di kawasan Jabal Johar, dengan tujuan menghancurkan infrastruktur teror dan memberantas kepemilikan senjata ilegal, dikutip dari Al Jazeera.
1. Tujuh warga Palestina ditangkap
Kantor berita Palestina, Wafa, melaporkan bahwa pasukan Israel sejauh ini telah menutup sejumlah jalan dan pintu masuk kota, memasang gerbang logam dan balok beton untuk membatasi pergerakan, serta menggerebek rumah-rumah warga. Sedikitnya tujuh warga Palestina ditahan, termasuk seorang anak laki-laki berusia 13 tahun.
Koresponden Al Jazeera, Montaser Nassar, mengatakan bahwa kota tersebut kini dalam keadaan lockdown total.
“Kami berada di wilayah selatan Hebron, yang diberlakukan jam malam sejak fajar. Ada pengerahan pasukan pendudukan secara intensif … termasuk buldoser dan kendaraan lapis baja. Kami menyaksikan kendaraan lapis baja yang beruntun ini, terakhir kali kami melihatnya di Hebron adalah saat Intifada kedua selama Operasi Perisai Pertahanan (Israel),” tuturnya.
2. Tingkat kekerasan di Hebron relatif lebih rendah dibandingkan wilayah lain di Tepi Barat
Hebron adalah salah satu kota paling penting di Tepi Barat dan secara historis menjadi pusat perlawanan Palestina. Kota ini mengalami tingkat kekerasan yang relatif lebih rendah dibandingkan wilayah lainnya sejak serangan Hamas di Israel pada 7 Oktober 2023, yang memicu perang di Gaza. Meski demikian, kekerasan pemukim masih marak terjadi di bukit-bukit di sekitarnya.
Dilansir dari The National, Kota Tua Hebron menjadi rumah bagi salah satu komunitas pemukim paling radikal di Israel, yang terletak di dekat Masjid Ibrahimi, situs suci bagi umat Muslim dan Yahudi. Awal bulan ini, Israel menyetujui pembangunan atap di area Yahudi di situs tersebut setelah mengambil alih sebagian kompleks untuk kepemilikan Israel.
3. Lebih dari 1.100 warga Palestina terbunuh di Tepi Barat sejak Oktober 2023
Serangan militer dan pemukim Israel meningkat di Tepi Barat sejak meletusnya perang di Gaza. Menurut data resmi Palestina, kekerasan tersebut telah menewaskan lebih dari 1.100 warga Palestina dan melukai sekitar 11 ribu lainnya. Lebih dari 21 ribu orang juga telah ditahan sementara atau masih berada dalam tahanan.
Ratusan ribu warga Palestina terpaksa meninggalkan kota dan kamp mereka. Hal ini memicu kekhawatiran internasional terkait pengungsian massal dan kemungkinan ini bisa dianggap sebagai kejahatan perang.
Ratusan ribu warga Palestina terpaksa meninggalkan kota dan kamp mereka, memicu kekhawatiran internasional terkait pengungsian massal serta kemungkinan pelanggaran hukum perang.
Ratusan ribu warga Palestina terpaksa meninggalkan kota dan kamp mereka, memicu kekhawatiran internasional terkait pengungsian massal serta kemungkinan pelanggaran hukum perang.


















