Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Israel Kirim Iron Dome ke UEA untuk Menangkis Rudal Iran
Iron Dome milik Israel (Israel Defense Forces, CC BY 2.0 <https://creativecommons.org/licenses/by/2.0>, via Wikimedia Commons)
  • Israel mengirim sistem pertahanan Iron Dome dan puluhan tentaranya ke UEA untuk menghadapi serangan rudal Iran, menjadi pertama kalinya teknologi itu digunakan di luar Israel dan AS.
  • Iron Dome berhasil mencegat puluhan rudal Iran, sementara Angkatan Udara Israel melancarkan serangan balasan ke peluncur rudal di Iran guna melindungi wilayah UEA dan negara Teluk lainnya.
  • Serangan besar-besaran Iran dengan ribuan drone dan ratusan rudal mempererat kerja sama pertahanan Israel-UEA yang telah terjalin sejak Perjanjian Abraham tahun 2020.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Israel mengirimkan sistem pertahanan udara Iron Dome ke Uni Emirat Arab (UEA) di awal perang melawan Iran. Menurut laporan Axios pada Minggu (26/4/2026), puluhan tentara Israel juga dikerahkan secara rahasia untuk mengoperasikan sistem pertahanan tersebut.

Keputusan ini diambil oleh Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu setelah bertelepon dengan Presiden UEA Mohammed bin Zayed. Langkah ini menjadi momen pertama kalinya Iron Dome digunakan di luar Israel dan Amerika Serikat (AS).

1. Iron Dome berhasil mencegat puluhan rudal Iran

Iron Dome milik Israel (Israel Defense Forces from Israel, CC BY 2.0 <https://creativecommons.org/licenses/by/2.0>, via Wikimedia Commons)

Sistem pertahanan Iron Dome itu dilaporkan berhasil mencegat puluhan rudal Iran yang ditembakkan ke arah UEA. Bantuan perlindungan ini juga didukung oleh operasi tempur Angkatan Udara Israel.

Pesawat tempur Israel melancarkan sejumlah serangan untuk menghancurkan peluncur rudal jarak pendek di wilayah selatan Iran. Operasi ini dilakukan untuk mencegah Iran meluncurkan proyektil tersebut ke UEA dan negara Teluk lainnya.

Dukungan ini membuat pejabat UEA semakin memandang positif hubungan dengan Israel. Mantan pejabat Dewan Keamanan Nasional UEA, Tareq al-Otaiba, secara terbuka mengapresiasi bantuan tersebut.

"Amerika Serikat (AS) dan Israel telah terbukti menjadi sekutu sejati dengan menawarkan bantuan militer ekstensif," tutur Tareq al-Otaiba, dilansir Axios.

2. Iran luncurkan ribuan drone ke UEA

ilustrasi serangan drone Shahed-136 buatan Iran (Khamenei.ir, CC BY 4.0 <https://creativecommons.org/licenses/by/4.0>, via Wikimedia Commons)

Selama konflik berlangsung, Kementerian Pertahanan UEA mencatat Iran telah meluncurkan 550 rudal balistik dan jelajah ke wilayahnya. Dilansir Times of Israel, serangan rudal juga dibarengi dengan pengerahan lebih dari 2.200 pesawat nirawak (drone).

Jumlah ini menjadikan UEA sebagai negara yang paling banyak diserang dibandingkan target lainnya di kawasan tersebut. Iran sengaja menargetkan pusat keuangan di UEA demi menekan AS dengan mengancam ekonomi global.

Meski mayoritas proyektil berhasil dicegat, sebagian serangan tetap lolos dan menembus pertahanan negara teluk tersebut. Beberapa misil dilaporkan menghantam berbagai situs militer dan fasilitas sipil penting.

Fasilitas sipil yang terdampak serangan meliputi hotel mewah Burj Al Arab, pusat keuangan internasional, hingga bandara Dubai. Merespons serangan Iran, negara seperti Prancis, Inggris, Italia, dan Australia juga ikut menyumbang bantuan pertahanan untuk UEA.

3. Kerja sama pertahanan Israel dan UEA makin erat

bendera Uni Emirat Arab (unsplash.com/Saj Shafique)

Sentimen terhadap Iran semakin menguatkan kemitraan antara Israel dan UEA. Kedua negara ini telah meresmikan hubungannya sejak 2020 lewat kesepakatan normalisasi Perjanjian Abraham.

Sebelumnya, UEA-Israel juga telah menjalin berbagai kerja sama di bidang militer, keamanan, dan intelijen. Koordinasi politik dan pertahanan di antara keduanya semakin intensif sejak meletusnya perang Iran.

"Itu adalah momen yang benar-benar membuka mata. Bantuan ini memperlihatkan siapa teman sejati kami," ujar seorang pejabat senior UEA, dilansir Axios.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team