Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
serangan rudal Iran terhadap Israel (x.com/@IRIran_Military)
serangan rudal Iran terhadap Israel (x.com/@IRIran_Military)

Intinya sih...

  • Israel tuding Lebanon melanggar gencatan senjata

  • Israel serang Lebanon hampir 700 kali sejak gencatan senjata

  • Israel kembali bunuh komandan senior Hizbullah pada 23 November

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Israel kembali melancarkan serangkaian serangan udara terhadap kelompok Hizbullah di Lebanon selatan pada Kamis (27/11/2025). Pengeboman ini terjadi tepat setahun setelah berlakunya gencatan senjata antara kedua belah pihak.

Kantor berita Lebanon NNA melaporkan bahwa serangan tersebut menargetkan kota Mahmoudiya dan Al-Jarmak di wilayah Iqlim al-Tuffah. Belum ada informasi mengenai korban jiwa maupun luka.

Militer Israel menyatakan bahwa mereka menyasar beberapa lokasi peluncuran yang menyimpan senjata milik Hizbullah, pos-pos militer dan sebuah fasilitas penyimpanan senjata.

"Militer Israel akan terus beroperasi untuk menghilangkan segala ancaman terhadap Negara Israel," tambahnya.

1. Israel tuding Israel kembali membangun kemampuan militernya

Gencatan senjata pada 27 November 2024 bertujuan mengakhiri lebih dari satu tahun permusuhan antara Israel dan Hizbullah yang dipicu oleh perang Gaza. `Meski demikian, Israel terus mengebom Lebanon, dengan mengklaim serangan tersebut menargetkan anggota dan infrastruktur Hizbullah demi mencegah kelompok tersebut kembali membangun kemampuan militernya.

Berdasarkan kesepakatan gencatan senjata, militer Israel seharusnya menarik seluruh pasukannya dari Lebanon selatan pada Januari 2025. Namun, Israel hanya melakukan penarikan sebagian dan masih mempertahankan kehadiran militernya di lima pos perbatasan.

Hizbullah juga diwajibkan menarik pasukannya ke utara Sungai Litani, sekitar 30 km dari perbatasan Israel, serta membongkar seluruh infrastruktur militernya di wilayah tersebut. Sesuai rencana yang telah disetujui pemerintah, militer Lebanon akan membongkar infrastruktur militer Hizbullah di wilayah selatan sebelum akhir tahun, kemudian melanjutkan ke wilayah lainnya di seluruh negeri.

Dilansir dari RFI, Amerika Serikat (AS) terus mendesak pemerintah Lebanon untuk melucuti senjata milik sekutu Iran tersebut. Militer Lebanon menegaskan bahwa pihaknya melaksanakan rencana pelucutan senjata, tapi Washington dan Israel malah menuduh pemerintah menghambat proses tersebut.

2. Israel serang Lebanon hampir 700 kali sejak gencatan senjata

Menurut lembaga keamanan Israel Alma Research and Education Center, Israel telah melancarkan 669 serangan udara terhadap Lebanon sejak dimulainya gencatan senjata. Sebanyak 47 persen serangan terjadi di selatan Sungai Litani, dan 38,4 persen di utara sungai tersebut. Wilayah Bekaa di Lebanon timur menjadi sasaran 13 persen serangan, sementara 1,6 persen sisanya menghantam ibu kota, Beirut, dan wilayah sekitarnya.

Sebagian besar serangan terjadi pada bulan-bulan pertama gencatan senjata, dengan rata-rata 51 serangan per bulan. Jumlah serangan udara tertinggi terjadi pada Desember 2024 dan Maret 2025. Laporan itu juga mengklaim bahwa 218 anggota Hizbullah tewas dalam serangan udara Israel, dikutip dari Anadolu.

3. Israel kembali bunuh komandan senior Hizbullah pada 23 November

Sebelumnya, pada Minggu (23/11/2025), serangan Israel di pinggiran selatan Beirut menewaskan Haitham Ali Tabatabai, komandan Hizbullah paling senior yang terbunuh sejak gencatan senjata diberlakukan. Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, pada Rabu (26/11/2025), memperingatkan bahwa tidak akan ada ketenangan di Lebanon sampai keamanan Israel terjamin.

Pada Kamis, Presiden Lebanon, Joseph Aoun, bertemu dengan Koordinator Khusus PBB untuk Lebanon, Jeanine Hennis-Plasschaert, yang mengatakan bahwa ketidakpastian masih membayangi meski gencatan senjata telah berlangsung selama setahun.

“Bagi banyak warga Lebanon, konflik masih berlangsung, meskipun dengan intensitas yang lebih rendah. Dan kita tidak memerlukan bola kristal untuk memahami bahwa selama status quo saat ini terus dipertahankan, bayang-bayang permusuhan di masa depan akan terus menghantui,” ujarnya, dikutip dari CNA.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team