Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Israel Mau Tutup Gedung Konsulatnya di Turki, Kenapa?
potret bendera Israel (pexels.com/David Rado)
  • Pemerintah Israel tengah mempertimbangkan penutupan gedung konsulatnya di Istanbul yang sudah lama kosong, dengan alasan biaya perawatan lahan yang tinggi.
  • Rencana penutupan muncul setelah gedung konsulat Israel di Istanbul menjadi target serangan pada April lalu, meski belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab.
  • Hubungan Turki dan Israel kembali memanas akibat invasi Gaza oleh Israel, melanjutkan sejarah panjang ketegangan diplomatik sejak insiden Freedom Flotilla tahun 2010.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Israel dilaporkan berencana menutup gedung konsulatnya yang ada di Istanbul, Turki. Gedung tersebut sudah hampir kosong selama lebih dari dua tahun. Saat ini, Israel sedang mempertimbangkan matang-matang rencana tersebut.  

“Masalah ini sedang dalam pembahasan. Belum ada keputusan yang diambil. Sebagian orang berpendapat bahwa lahan kosong yang menjadi milik kami ini menghabiskan banyak uang,” kata seorang sumber Pemerintah Israel kepada AFP pada Rabu (20/5/2026), seperti dikutip Times of Israel.

1. Gedung Konsulat Israel di Istanbul pernah jadi target serangan

ilustrasi serangan (unsplash.com/Mohammed Ibrahim)

Sumber tersebut menambahkan Israel hanya akan menutup konsulatnya di Istanbul dan tidak akan menutup kedutaan besarnya di Ankara. Sebab, fasilitas tersebut sangat penting bagi hubungan diplomatik kedua negara. 

Israel sendiri sebetulnya tidak menjelaskan mengapa mereka ingin menutup konsulatnya di Istanbul. Namun, rencana ini mencuat usai gedung konsulat Israel di Istanbul sempat menjadi target serangan pada 7 April lalu.

Hingga saat ini, tidak ada yang mengaku bertanggung jawab atas serangan ke gedung konsulat Israel di Istanbul. Namun, Israel menduga serangan itu dilakukan oleh kelompok teroris yang benci terhadap mereka.

2. Hubungan Turki dan Israel sedang memanas

potret bendera Turki (unsplash.com/Dogan Alpaslan DEMİR)

Sebagai informasi, hubungan Turki dan Israel kini sedang memanas. Hal ini karena Israel kembali menginvasi Gaza pada 7 Oktober 2023 lalu. Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, menganggap invasi tersebut sebagai genosida. 

Sebagai bentuk protes terhadap invasi ke Gaza, Turki memutuskan untuk menarik pulang duta besarnya dari Tel Aviv. Saat ini, perwakilan diplomatik Turki di Israel dipegang oleh seorang charge d’affaires atau kuasa usaha.  

3. Turki sempat memutus hubungan diplomatiknya dengan Israel

ilustrasi hubungan diplomatik (pexels.com/Markus Winkler)

Pada 2010, Turki pernah memutus hubungan diplomatiknya dengan Israel. Hal ini dilakukan sebagai bentuk protes Turki karena Israel telah menyerang relawan Gaza Freedom Flotilla yang berlayar di laut untuk mengirim bantuan ke Gaza. Dalam serangan tersebut, Israel berhasil membunuh sepuluh aktivis yang berasal dari Turki. Inilah yang membuat Ankara geram dan memutus hubungan diplomatiknya dengan Tel Aviv.

Setelah enam tahun renggang, Turki akhirnya memutuskan untuk membuka kembali hubungan diplomatiknya dengan Israel pada 2016. Namun, sejak saat itu, hubungan Turki dan Israel kerap mengalami pasang surut. Hal ini karena Israel masih bersikukuh untuk menguasai wilayah Gaza, Palestina.  

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team