Menurut KAN News, pasukan Hamas memang sering mengikuti latihan rutin di Turki. Saat ini, mereka dikabarkan sedang latihan cara menembak dan cara menggunakan senjata drone. Usai menjalani masa latihan, mereka dikabarkan bakal dikirim lagi ke wilayah Tepi Barat, Palestina, untuk menyerang Israel.
Hamas Disebut Sedang Latihan di Turki, Mau Serang Israel

- Pasukan Hamas dilaporkan sedang latihan militer di Turki, termasuk penggunaan senjata drone, untuk persiapan serangan ke Israel setelah pelatihan selesai.
- Turki disebut rutin mendukung dan memfasilitasi latihan Hamas sebagai bentuk solidaritas terhadap Palestina yang masih diserang Israel meski ada gencatan senjata.
- Dukungan Turki terhadap Hamas memicu kemarahan Israel yang menilai tindakan itu membantu kelompok teroris dan mengancam keamanan mereka.
1. Israel masih menyerang Palestina meski ada gencatan senjata

Serangan yang sedang disiapkan oleh Hamas ini bertujuan untuk membalas Israel. Sebab, mereka masih melakukan serangan ke sejumlah wilayah di Palestina, termasuk Gaza dan Tepi Barat, meski kini sudah ada gencatan senjata.
Pada Kamis, misalnya, Israel menyerang Gaza hingga menewaskan seorang putra petinggi Hamas bernama Azzam Khalil Al-Hayya. Ia tewas tidak lama usai serangan terjadi karena mengalami luka yang cukup parah.
“Saya katakan kepada penjajah dan kepada semua yang mendengar kami, kami adalah bangsa dengan tujuan yang adil. Baik pembunuhan putra-putra kami maupun kemartiran para pemimpin kami tidak akan mengintimidasi kami,” ujar Khalil Al-Hayya, Kepala Biro Politik dan Negosiator Utama milisi Hamas sekaligus ayah dari Azzam, seperti dilansir Al Jazeera.
2. Turki sering mendukung Hamas untuk melawan Israel

Sebagai informasi, Turki memang sudah lama mendukung perlawanan Hamas terhadap Israel. Oleh karena itu, mereka sering menjadi tempat latihan bagi para pasukan Hamas untuk bersiap menyerang Israel dan pasukannya.
Turki bahkan sering mengizinkan Hamas memakai wilayahnya untuk menyerang Israel. Peristiwa tersebut pernah terjadi pada 2019 lalu. Menurut Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, langkah ini dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap saudara-saudari di Palestina yang terdampak serangan Israel.
“Kami akan terus membantu saudara-saudari kita di Palestina,” kata Erdogan dilansir Times of Israel.
3. Israel tidak senang Turki membantu Hamas

Dukungan Turki terhadap Hamas ini membuat Israel geram. Mereka tidak suka negara mana pun, termasuk Turki, membantu Hamas untuk menyerang mereka. Israel berdalih merekalah yang seharusnya dibantu untuk membasmi Hamas. Sebab, milisi tersebut adalah kelompok teroris yang kerap membuat onar.
Hamas sendiri sudah lama dianggap sebagai kelompok teroris oleh berbagai negara di dunia. Salah satu negara yang paling vokal menganggap Hamas sebagai teroris adalah Amerika Serikat. Negeri Paman Sam sudah memasukkan milisi tersebut ke dalam daftar kelompok teroris sejak 8 Oktober 1997.

















