Israel membantah temuan tersebut dan menyebutnya sangat tidak akurat. Melalui surat resmi pada Rabu (27/8/2025), Direktur Jenderal Kementerian Luar Negeri Israel, Eden Bar Tal, melayangkan protes kepada IPC.
Dalam suratnya, Israel menuduh IPC telah menyimpang dari standar dan aturannya sendiri dalam menyusun laporan tersebut. Israel mengklaim ada indikasi bahwa data IPC dibuat-buat, dipilih secara tidak seimbang, atau sengaja diabaikan untuk tujuan tertentu.
Tak hanya melayangkan protes, Israel juga memberikan ultimatum kepada lembaga yang didanai oleh Uni Eropa, Inggris, Kanada, dan Jerman itu. Israel mengancam akan meminta para donor untuk menghentikan dukungan finansial mereka jika IPC tidak menerbitkan laporan baru yang telah direvisi dalam waktu dua minggu.
Bar Tal juga menuduh IPC sebagai lembaga yang dipolitisasi dan bekerja untuk kepentingan Hamas.
"Kami berharap IPC segera melakukan peninjauan yang transparan terhadap laporan ini untuk mengatasi pelanggaran metodologis dan menghindari penyesatan terhadap komunitas internasional, publik, dan para pembuat kebijakan," tulis Bar Tal, dilansir Strait Times.