Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
anak-anak di Gaza berdesakan mengantri makanan. (Ashraf Amra, CC BY-SA 4.0 <https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0>, via Wikimedia Commons)
anak-anak di Gaza berdesakan mengantri makanan. (Ashraf Amra, CC BY-SA 4.0 <https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0>, via Wikimedia Commons)

Intinya sih...

  • Dewan Keamanan PBB desak Israel buka aliran bantuan.

  • Laporan dirilis oleh Integrated Food Security Phase Classification (IPC)

  • Total korban tewas akibat kelaparan capai 313 orang.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Pemerintah Israel meminta lembaga pemantau kelaparan global, Integrated Food Security Phase Classification (IPC), untuk menarik laporannya terkait situasi di Gaza.

Menurut laporan IPC yang diterbitkan pada 22 Agustus, sekitar 514 ribu warga Palestina di Kota Gaza dan sekitarnya saat ini mengalami tingkat kelaparan paling parah. Angka tersebut bahkan diproyeksikan akan meningkat menjadi 641 ribu orang dan meluas hingga mencakup dua pertiga wilayah Gaza pada akhir September mendatang.

1. Tudingan Israel dan ancaman penghentian dana

Israel membantah temuan tersebut dan menyebutnya sangat tidak akurat. Melalui surat resmi pada Rabu (27/8/2025), Direktur Jenderal Kementerian Luar Negeri Israel, Eden Bar Tal, melayangkan protes kepada IPC.

Dalam suratnya, Israel menuduh IPC telah menyimpang dari standar dan aturannya sendiri dalam menyusun laporan tersebut. Israel mengklaim ada indikasi bahwa data IPC dibuat-buat, dipilih secara tidak seimbang, atau sengaja diabaikan untuk tujuan tertentu.

Tak hanya melayangkan protes, Israel juga memberikan ultimatum kepada lembaga yang didanai oleh Uni Eropa, Inggris, Kanada, dan Jerman itu. Israel mengancam akan meminta para donor untuk menghentikan dukungan finansial mereka jika IPC tidak menerbitkan laporan baru yang telah direvisi dalam waktu dua minggu.

Bar Tal juga menuduh IPC sebagai lembaga yang dipolitisasi dan bekerja untuk kepentingan Hamas.

"Kami berharap IPC segera melakukan peninjauan yang transparan terhadap laporan ini untuk mengatasi pelanggaran metodologis dan menghindari penyesatan terhadap komunitas internasional, publik, dan para pembuat kebijakan," tulis Bar Tal, dilansir Strait Times.

2. Dewan Keamanan PBB desak Israel buka aliran bantuan

Permintaan Israel ini muncul beberapa jam sebelum pertemuan Dewan Keamanan PBB yang membahas situasi kemanusiaan di Gaza. Dalam pertemuan itu, 14 dari 15 negara anggota mengeluarkan pernyataan bersama yang menyalahkan Israel atas krisis tersebut.

Belasan negara tersebut memperingatkan bahwa penggunaan kelaparan sebagai senjata perang dilarang oleh hukum humaniter internasional. Mereka juga menyerukan gencatan senjata segera dan tanpa syarat, serta pencabutan semua pembatasan bantuan oleh Israel.

Amerika Serikat menjadi satu-satunya anggota yang tidak ikut dalam pernyataan bersama tersebut. Duta Besar AS untuk PBB, Dorothy Shea, justru mempertanyakan laporan IPC dan menyebutnya tidak memenuhi standar.

Namun, Shea mengakui bahwa kelaparan adalah masalah nyata di Gaza yang harus segera ditangani.

"Kami semua mengakui bahwa kelaparan adalah masalah nyata di Gaza dan ada kebutuhan kemanusiaan yang signifikan yang harus dipenuhi. Mengatasi kebutuhan tersebut adalah prioritas bagi Amerika Serikat," katanya, dikutip dari CNA.

3. Total korban tewas akibat kelaparan capai 313 orang

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, secara terpisah juga telah membantah temuan IPC dan menyebutnya sebagai kebohongan terang-terangan. Ia mengklaim bahwa Israel tidak memiliki kebijakan untuk membuat warga Gaza kelaparan dan merujuk pada data bantuan yang telah diizinkan masuk.

Kepala Staf militer Israel, Letnan Jenderal Eyal Zamir, telah bertemu dengan Direktur Eksekutif Program Pangan Dunia (WFP), Cindy McCain. Dalam pertemuan tersebut, ia menyampaikan komitmen Israel untuk mencegah kelaparan dan memungkinkan bantuan kemanusiaan menjangkau warga Gaza.

Di sisi lain, Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan ada 10 orang lagi meninggal karena kekurangan gizi dan kelaparan. Kini, total korban jiwa akibat kelaparan menjadi 313 orang, termasuk 119 anak-anak, sejak perang dimulai. Israel sendiri selalu membantah angka kematian yang dikeluarkan oleh kementerian tersebut.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team