Jakarta, IDN Times - Kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengumumkan persetujuan Israel untuk membuka kembali penyeberangan Rafah yang berbatasan dengan Mesir. Namun, pembukaan jalur vital itu bersifat terbatas dan bergantung pada penyelesaian operasi militer untuk menemukan jasad sandera terakhir Israel di Gaza.
Otoritas Israel menegaskan gerbang hanya akan dibuka untuk pejalan kaki setelah pasukan berhasil mengevakuasi jasad Sersan Mayor Ran Gvili. Pengumuman pada Minggu (25/1/2026) ini muncul menyusul tekanan dari Amerika Serikat (AS) terkait implementasi fase kedua rencana perdamaian Presiden Donald Trump.
