Eksklusif! Di Balik Sesi Board of Peace untuk Gaza di WEF 2026

- Presiden Prabowo masuk pendiri Board of Peace ala Trump.
- New Gaza Plan dipaparkan di WEF 2026 oleh Jared Kushner dan Marco Rubio.
- Presiden Prabowo optimistis dengan Board of Peace, siap berperan aktif dalam forum tersebut.
Davos, IDN Times - "Kami punya rencana induknya. Tidak ada plan B." Ucapan itu datang dari Jared Kushner, menantu Presiden AS Donald J. Trump yang juga arsitek 20 Rencana Trump untuk Solusi Perang di Gaza.
Di Congress Hall, ruangan pertemuan utama di tengah gedung Congress Center, lokasi pelaksanaan Forum Ekonomi Dunia (WEF), termasuk WEF 2026, Kushner dengan percaya diri berdiri di podium, di depan 1.300-an peserta undangan, termasuk seratusan delegasi AS. Selama 20-an menit dia menyampaikan New Gaza Plan, Rencana Baru untuk Gaza.
Gaya dan presentasinya lebih seperti pengusaha properti di depan calon investor. Kushner tampil setelah Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio berbusa-busa pidato memuji inisiatif bosnya, Presiden Trump, untuk perdamaian di Gaza.
Ini sesinya AS. "Kami tidak tahu formatnya seperti apa," kata seorang staf WEF saat saya tanyai. Semua sesi di WEF, tahun ini sekitar 300-an, biasanya disiarkan langsung lewat platform aplikasi Forum Live WEF. Tapi, tidak untuk sesi "Board of Peace" atau BOP ini. Dalam jadwal resmi sebelumnya, ada sesi tentang agenda BOP, tanggal 22 Januari 2026 atau hari keempat WEF 2026 yang dimulai 19 Januari. Di situ dicantumkan, pukul 11.30 waktu setempat ada sesi BOP dengan pembicara termasuk Jared Kushner, Marco Rubio, Steve Witkoff (Utusan Khusus Trump Urusan Perdamaian). Trump tercantum sebagai pembuka acara.
Tidak ada informasi bahwa di acara ini akan dilakukan pengumuman resmi anggota pendiri BOP, apalagi mengundang level kepala pemerintahan. Di forum WEF, dari tahun ke tahun, memang hal lumrah mengundang kepala pemerintahan menjadi pembicara utama. Biasanya dilakukan di Congress Hall. Tapi, tidak dihadiri oleh kepala pemerintahan lain. Paling yang hadir di deretan depan adalah level menteri, termasuk dari negara lain. Kepala pemerintahan biasanya memonitor pidato mitranya lewat siaran langsung. Seperti halnya Presiden Prabowo, misalnya, menonton presiden atau kepala pemerintahan lain termasuk Presiden Trump yang tahun ini pidato pada 21 Januari, siang hari.
Saya mendeteksi akan ada sesi "istimewa" ini Ketika mendapatkan informasi bahwa Menteri Luar Negeri RI, Soegiono, tiba lebih dahulu di Davos, setelah mendampingi acara Presiden di London, Inggris. Menlu Soegiono hadir di pertemuan BOP undangan pihak AS, 20 Januari malam. "Pertemuan tertutup, tidak ada foto," kata juru bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang, saat saya tanyai lewat pesan singkat.
Presiden tiba di Davos, 21 Januari sore jelang malam, dan dijadwalkan hadir di sesi pertama "Indonesia Night", pukul 19.00 dengan undangan khusus. Sesi kedua adalah untuk hadirin lebih banyak, Indonesia Night di WEF Davos selalu dihadiri ribuan orang, karena menyajikan makanan prasmanan penuh kuliner kita, dan pertunjukan budaya. Paviliun lain biasanya cuma menyajikan penganan kecil.
Tapi, malam itu Presiden batal hadir di Indonesia Night. Hadirin kecewa, tetapi memahami situasinya. Acara dengan Presiden selalu harus siap berubah-ubah.
Presiden Prabowo masuk pendiri Board of Peace ala Trump

Pagi hari tanggal 22 Januari, saya bertanya ke Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya soal jadwal Presiden. Soalnya, di agenda resmi WEF 2026, ada sesi pertemuan Presiden dengan International Media Council (IMC), ini kumpulan pemimpin media yang diundang WEF setiap tahun, dan mendapatkan undangan hadir di WEF, dengan "white badge" yang memberikan akses ke semua sesi acara di WEF.
Saya jurnalis satu-satunya dari Indonesia yang jadi bagian IMC yang dibentuk pendiri WEF, Klaus Schwab, sejak 2019. Setiap tahun, saat WEF, IMC bertemu khusus, chattam house rule alias informasi layer belakang saja, dengan 4-5 pemimpin. Tahun ini jadwalnya dengan Presiden Prabowo dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy. Ada juga dengan mantan CEO Google yang mendirikan Relativity Space, Eric Schmidt.
Jadwal IMC dengan Prabowo pukul 16.30, sesudah Presiden Prabowo pidato pukul 14.00. Seskab Teddy menjawab, acara Presiden di WEF hari itu hanya sesi BOP pukul 10.30 dan pidato pukul 14.00. Sesi dengan IMC dibatalkan.
Wah, saya pikir, ini perkembangan menarik karena Presiden Prabowo hadir langsung di sesi BOP. Sebagai apa? Pihak Kemlu RI tutup mulut.
Saya bergegas ke WEF, Congress Center. Acara di Paviliun saya percayakan ke juru kamera IDN Times Alya, termasuk jika Presiden hadir ke Paviliun.

Di area depan Congress Hall, ada bar sehat, tempat peserta menikmati kopi, teh, kudapan ringan dan buah. Bar seperti ini tersedia banyak di berbagai lokasi di area WEF, termasuk di media center. Tidak mungkin kelaparan, dan buka mulai pukul 07.00 sampai 22.00. Gratis. Maklum, mayoritas yang hadir membayar mahal, sekitar US$300 ribu dolar per tahun keanggotaan. Kalau saya undangan gratis. Biasanya keluar biaya untuk transportasi dari Indonesia dan akomodasi (yang ini mahalnya gila-gilaan, super mahal).
Saya minta jus jeruk dan menikmati roti lapis. Kemudian saya melihat protokol Kemlu RI hadir. Jadi terkonfirmasi Presiden akan tiba di Congress Hall pukul 10.00 untuk hadir di sesi BOP pukul 10.30. Formatnya seperti apa? Gelap.
Presiden tiba, langsung menuju ruangan tunggu yang disiapkan beberapa di area WEF. Ruang-ruang kecil dengan 4-5 kursi, melalui Leader Lounge. Saat menunggu saya melihat Presiden sempat bertemu Presiden FIFA Gianni Infantiano. Rajin sih keduanya bertemu. Di sela-sela Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa Ke-80 di New York, AS, 24 September 2025, Presiden juga menerima Gianni sarapan di hotel tempat menginap, Aman Hotel.
Saya lantas mengantre untuk masuk ke Congress Hall, karena kehadiran Presiden Trump adalah magnet, yang ingin hadir ribuan. Teman saya, Pemimpin Redaksi Koran South China Morning Post, Tammy Tan, sudah masuk lebih dulu, dan menyediakan satu kursi untuk saya duduk di sampingnya. Khawatir tidak kebagian.
Begitu masuk, saya melihat ada kursi-kursi ditata di panggung. Sejumlah orang berkerumun di depan panggung, rupanya para staf dari perwakilan negara yang akan duduk di panggung itu. Termasuk, ada kursi untuk Presiden Prabowo. Saya menghitung ada 20 kursi. Di tengah ada satu kursi warna berbeda, putih. Disiapkan untuk Trump. "Wah, kayak raja dia. Kursinya pun beda dengan pemimpin negara lain," batin saya.

Saya duduk di sayap kanan (kalau dari panggung, melihat ke sebelah kiri), dekat dengan pintu keluarnya para pembicara utama (kali ini para pemimpin negara). Kursi-kursi sudah penuh, termasuk di deretan terdepan di sayap kiri dan tengah, saya melihat sejumlah menteri berbagai negara.
Di deretan depan saya, ada sekitar 100 kursi kosong, tapi sudah ada namanya. Kursi-kursi untuk delegasi AS, termasuk nama Jared Kushner, Marco Rubio, Steve Witkoff dan menteri-menteri Trump. Di deretan paling belakang, sekitar enam deretan dari depan), ada nama Tony Blair mantan perdana Menteri Inggris yang kemudian termasuk diumumkan masuk dalam pengurus BOP. Blair, belakangan mendirikan Tony Blair Institute for Global Change, dan banyak berkiprah di Timur Tengah (dan diminta bantuan oleh pemerintah Indonesia juga), menurut saya sudah kayak pegawainya Trump. Duduknya pun paling belakang dari 100-an delegasi AS.
Para kepala pemerintahan masuk ruangan. Acara molor satu jam, seperti biasanya acara dengan Trump. Karena ini acaranya AS, pembaca acara pun adalah juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt. Satu-satu kepala pemerintahan atau yang mewakili (setingkat Menteri), dipanggil untuk duduk di panggung. Termasuk Presiden Prabowo. Mereka diperkenalkan sebagai anggota pendiri BOP. Trump muncul belakangan, atraksi utama, semua diminta berdiri. Tepuk tangan.
Sesudahnya Trump pidato. Sebagian besar mengulang pidatonya sehari sebelumnya, memuji kepemimpinan AS di bawah kendalinya. Bla..bla. Cukup lama, lebih dari 40-an menit. Saya melihat 20 tokoh pemimpin di panggung menyimak. Mungkin ada yang lumayan bosan karena omongan yang diulang-ulang.
Lalu dia memuji BOP
Menurut Trump, BOP adalah salah satu inisiatif perdamaian paling penting dan berpotensi bersejarah. Trump mengatakan bahwa BOP dibentuk dari para pemimpin dunia yang memiliki pengaruh besar untuk mendorong perdamaian global.
“Semua orang di ruangan ini adalah bintang. Ada alasan mengapa kalian di sini dan kalian semua adalah bintang, kalian adalah orang-orang terbesar, orang-orang terpenting di dunia, orang-orang paling berpengaruh di dunia. Dan ketika kalian menggunakan kejeniusan yang sangat luar biasa dan penuh inspirasi itu, ketika kalian menggunakannya untuk perdamaian,” kata Presiden Trump.
“Saya hanya ingin mengatakan bahwa sungguh luar biasa bisa bersama Anda. Dan saya pikir ini adalah sesuatu yang sangat penting yang kita lakukan. Ini yang terpenting. Saya sangat menantikan untuk berada di sini,” dia menambahkan.
Trump lalu meneken piagam pembentukan BOP, memamerkan ke hadirin. Sambil komentar, ini hal yang PBB pun tidak bisa. Dan menggambarkan BOP bakal lebih efektif ketimbang PBB. Pantas Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres yang setiap tahun hadir di WEF, kali ini batal hadir.
Kemudian, pembawa acara, Karoline Leavitt memanggil ke depan, dua orang masing-masing, untuk ke depan, Bersama Trump meneken kesepakatan pendirian BOP. Foto bareng. "Dia orang yang kuat," komentar Trump sambil menepuk Presiden Prabowo.
Foto-foto tepuk tangan. Trump dan 19 pemimpin kembali duduk di kursi di panggung. Semua berpikir acara selesai. Sudah lebih dari satu jam. Biasanya setiap sesi di WEF maksimal satu jam. Wawancara one on one termasuk dengan presiden biasanya 30 menitan.
New Gaza Plan dipaparkan di WEF 2026

Eh, belum selesai. Karoline mengundang Menlu Marco Rubio ke panggung, pidato muji-muji Trump. Selanjutnya, Jared Kushner naik panggung. Trump manggut-manggut bangga melihat menantunya pidato. Presiden Prabowo dan 19 pemimpin lain harus menyimak juga.
Tidak boleh gagal. Kushner melanjutkan, "Jika Hamas tidak dilucuti senjatanya, itu akan menghalang-halangi rakyat Gaza mendapatkan aspirasinya." Jelas 20 Trump Plan tidak melibatkan aspirasi rakyat Gaza, rakyat Palestina. Buat saya, ini ambisi Trump, menantu dan pendukungnya. Pendukung BOP.
Kushner memaparkan rencana BOP di Gaza, disebut sebagai Gaza New Plan, lewat beberapa foto dan grafis angka-angka. Akan dibangun kawasan wisata pantai, bandara dan pelabuhan di Gaza. Foto peta muncul di layar elektronik di kiri kanan panggung.
Di proposal itu, pelabuhan ditampilkan di ujung barat daya Gaza, sepanjang perbatasan dengan Mesir, dan langsung di pedalaman dari pelabuhan tersebut, peta menunjukkan zonasi untuk bandara.
Tentu saja Kushner tidak menyebutkan bahwa sekitar beberapa mil ke selatan, yang tidak ditandai di peta, terletak lokasi bandara Gaza sebelumnya, yang hancur lebih dari 20 tahun lalu dalam serangan Israel sebelumnya. Kushner memaparkan dua pengembangan perkotaan, yang dia sebut sebagai Rafah Baru dan Gaza Baru.
"Rafah Baru", kata dia, berupa kota dengan lebih dari 100 ribu unit perumahan permanen yang akan dibangun, bersama dengan lebih dari 200 sekolah dan lebih dari 75 fasilitas medis. Dia menyatakan harapan bahwa pembangunan akan selesai dalam dua hingga tiga tahun. "Pekerjaan untuk membersihkan puing-puing telah dimulai. Kita kan belajar dari pembangunan kota-kota sebelumnya. Bisa kog (3 tahun)," kata dia.

Bagaimana dengan Gaza?
Kushner melanjutkan presentasinya. "Gaza Baru" akan menjadi pusat industri, dengan tujuan mencapai lapangan kerja penuh 100 persen. Gambar yang dihasilkan komputer menunjukkan sebuah metropolis yang sangat mirip dengan kota-kota Teluk Persia seperti Doha dan Dubai, dengan akomodasi dan lokasi perkantoran tepi pantai yang berkilau.
Ini benar-benar visi bapak mertua dan menantu untuk membangun kota baru di atas ribuan nyawa korban genosida Israel. Satu ruangan terdiam. Termasuk para anggota BOP yang, menurut saya, "disetrap" Trump. Duduk diam. Gak bisa protes. Mungkin khawatir ancaman tarif bea masuk produk ekspornya ditingkatkan oleh Trump? Cara dia mendikte dunia.
Namanya membangun kota, skala proyek sangat besar. Dalam presentasinya, Kushner tidak cukup detil tentang bagaimana semua ini akan direalisasikan. Dua tahun pemboman Israel, yang diluncurkan sebagai tanggapan atas serangan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober 2023, telah membuat lebih dari 80 persen bangunan di Gaza rusak atau hancur.
Siapa yang akan membayar megaproyek ini?
"Pemerintah akan memberikan kontribusi pertama," kata Kushner, dengan pengumuman awal akan datang di sebuah konferensi di Washington dalam beberapa minggu ke depan.
Dia juga meminta sektor swasta untuk maju, dengan menjanjikan "peluang investasi yang luar biasa."
"Saya tahu berinvestasi di tempat seperti ini sedikit berisiko, tetapi kami membutuhkan Anda untuk datang, percaya, berinvestasi pada rakyat," katanya.

Bagaimana dengan penarikan diri Israel...
Saat ini militer Israel hadir di sedikit lebih dari separuh wilayah, termasuk kota Rafah. Rencana asli 20 poin, yang mengamankan gencatan senjata dan pembebasan sandera pada bulan Oktober 2025 mencakup detail tentang pembentukan pasukan stabilisasi internasional (ISF) yang akan memfasilitasi penarikan lengkap Israel.
Kushner tidak menyebutkan pasukan internasional apa pun, sementara penarikan diri Israel direduksi menjadi sedikit lebih dari sebuah garis di salah satu slide presentasi: "Demiliterisasi di seluruh Gaza memungkinkan penarikan penuh IDF ke perimeter keamanan."
Tugas untuk mengawasi demiliterisasi Hamas, kata Kushner, akan jatuh pada komite teknokrat baru — komponen di lapangan dari struktur Dewan Perdamaian Trump, yang sepenuhnya terdiri dari orang-orang Palestina yang ditunjuk.
Sebenarnya ini bukan kali pertama Kushner menunjukkan ambisinya menguasai Gaza.
Pada 2019, dia menjadi tuan rumah sebuah pertemuan puncak di Bahrain dengan judul, "Dari Perdamaian ke Kemakmuran," yang juga membayangkan "pusat komersial dan pariwisata yang ramai di Gaza dan Tepi Barat, di mana bisnis internasional berkumpul dan berkembang." Rencana-rencana itu tidak pernah terwujud.
Kali ini, kepala komite teknokrat baru Gaza, Ali Shaath, mengatakan dalam pernyataan video, penting "untuk mengubah momen ini menjadi tindakan."
Untuk itu, dia mengumumkan pembukaan perlintasan Rafah antara Gaza dan Mesir minggu depan, menandakan, katanya, bahwa wilayah kantong itu "tidak lagi tertutup untuk masa depan dan untuk dunia."
Presiden Prabowo optimistis dengan Board of Peace

Sesudah hampir dua jam sesi BOP, Presiden Prabowo menyampaikan sikapnya ke media.
Keterlibatan Indonesia dalam BOP, menurut Presiden Prabowo merupakan momentum bersejarah sekaligus peluang nyata untuk mendorong upaya perdamaian, khususnya bagi rakyat Palestina. “Saya kira ini kesempatan bersejarah, ini kesempatan bersejarah. Ini benar-benar peluang untuk mencapai perdamaian di Gaza,” kata Presiden Prabowo.
Presiden Prabowo mengatakan, kesiapan Indonesia untuk berperan aktif dalam forum tersebut sebagai bagian dari komitmen kemanusiaan dan perdamaian dunia.
“Yang jelas penderitaan rakyat Gaza sudah berkurang, sangat berkurang. Bantuan-bantuan kemanusiaan begitu deras, begitu besar masuk, sudah masuk. Saya sangat berharap dan Indonesia siap ikut serta,” kata dia.
Terkait keanggotaan BOP, Presiden Prabowo mengatakan bahwa forum ini terbuka bagi negara-negara yang memiliki tujuan untuk perdamaian dan kemanusiaan. “Siapa yang ingin perdamaian di situ, siapa yang ingin bantu rakyat Gaza, rakyat Palestina,” kata Presiden.
Acara selesai. Para hadirin ramai-ramai keluar ruangan. Bisik-bisik nada sulit percaya atas rencana ambisius proyek properti skala mega dibungkus kata perdamaian. Sejarah yang akan membuktikan, apakah semua pendiri BOP berada di sisi yang benar.


















