Jakarta, IDN Times - Israel menyatakan keberatan atas usulan Amerika Serikat (AS) terkait anggota dewan eksekutif yang akan mengisi Dewan Perdamaian Gaza. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa beberapa penunjukan tersebut tidak dikoordinasikan dengan Tel Aviv dan bertentangan dengan kebijakannya.
Sebagai informasi, Gedung Putih pada pekan ini mengumumkan pembentukan dewan eksekutif Gaza, yang akan beroperasi di bawah Dewan Perdamaian pimpinan Presiden AS, Donald Trump. Lembaga tersebut merupakan bagian dari rencana 20 poin Trump untuk mengakhiri perang pada Oktober lalu.
Dilansir The Guardian, Trump memasukkan nama menteri luar negeri Turki, Hakan Fidan, dan seorang diplomat Qatar, Ali al-Thawadi, bersama dengan pejabat regional dan internasional lainnya dalam susunan dewan eksekutif Gaza. Trump juga mengundang Presiden Turki, Recep Tayyip Erdoğan, untuk bergabung dengan lembaga pimpinannya tersebut.
Israel mengatakan sangat keberatan atas peran Ankara di Gaza pasca-perang, seiring hubungan antara kedua negara yang memburuk sejak genosida di wilayah kantong Palestina pada Oktober 2023. Netanyahu menginstruksikan Menteri Luar Negeri Gideon Saar untuk menyampaikan keberatannya kepada Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio.
