pemandangan Jalur Gaza (unsplash.com/Emad El Byed)
Meski tidak akan bergabung dalam struktur formal BoP, Roma tetap berkomitmen untuk ikut serta dalam upaya perdamaian di Timur Tengah. Setelah bertemu Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dan Wakil Presiden JD Vance di Milan, Tajani menawarkan bantuan alternatif berupa pelatihan bagi kepolisian Palestina untuk menjaga keamanan Gaza.
Pembentukan BoP sendiri telah memicu kekhawatiran global akan tergerusnya peran lembaga multilateral yang sudah mapan. Pengamat menilai mandat Dewan Perdamaian terlalu luas dan secara langsung menyaingi peran Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam menjaga ketertiban dunia.
Bulan lalu, Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, sempat mengecam pembentukan BoP.
"Tanggung jawab dasar bagi perdamaian dan keamanan internasional terletak pada PBB, terletak pada Dewan Keamanan," ujar Guterres, dikutip dari Al Jazeera.
Sementara itu, Duta Besar AS untuk Israel, Mike Huckabee, menyebut proyek ambisius ini kemungkinan dipersiapkan sebagai warisan politik utama Trump. Dewan ini diprediksi akan menjadi kendaraan politik Trump untuk tetap relevan di panggung dunia setelah masa jabatannya berakhir pada Januari 2029.