Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Jadi Juru Damai, Ini 5 Usulan China-Pakistan di Tengah Konflik Iran
potret Menteri Luar Negeri China, Wang Yi (flickr.com/Österreichisches Außenministerium via commons.wikimedia.org/Bundesministerium für europäische und internationale Angelegenheiten)
  • China dan Pakistan mengajukan lima poin rencana perdamaian yang menekankan gencatan senjata, dialog damai, perlindungan warga sipil, keamanan jalur pelayaran, dan kepatuhan terhadap Piagam PBB.
  • Kedua negara menyoroti dampak kemanusiaan konflik Iran-AS-Israel serta menyerukan percepatan bantuan kemanusiaan dan penghentian serangan terhadap warga sipil dan infrastruktur vital.
  • Inisiatif ini menegaskan diplomasi sebagai solusi utama serta pentingnya menghormati kedaulatan negara di kawasan Teluk untuk menjaga stabilitas regional dan global.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
28 Februari 2026

Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran, yang kemudian memicu respons balasan berupa serangan rudal dan drone dari Iran ke Israel serta penargetan kepentingan AS di sejumlah negara Arab.

2 April 2026

Menteri Luar Negeri Pakistan Mohammad Ishaq Dar bertemu dengan Menteri Luar Negeri China Wang Yi di Beijing. Dalam pertemuan ini, kedua negara menyampaikan lima poin rencana perdamaian untuk meredakan konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel.

kini

China dan Pakistan terus menyerukan penghentian permusuhan serta menekankan diplomasi sebagai solusi utama. Keduanya juga memperingatkan risiko eskalasi regional dan pentingnya menjaga keselamatan jalur perdagangan internasional seperti Selat Hormuz.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    China dan Pakistan mengajukan lima poin rencana perdamaian untuk meredakan konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel di kawasan Timur Tengah.
  • Who?
    Menteri Luar Negeri Pakistan Mohammad Ishaq Dar dan Menteri Luar Negeri China Wang Yi menyampaikan inisiatif tersebut setelah pertemuan resmi di Beijing.
  • Where?
    Pertemuan berlangsung di Beijing, Tiongkok, sementara fokus inisiatif mencakup wilayah konflik di Timur Tengah, termasuk Iran dan kawasan Teluk.
  • When?
    Pernyataan bersama disampaikan pada Kamis, 2 April 2026, setelah pertemuan bilateral antara kedua menteri luar negeri tersebut.
  • Why?
    Kedua negara menilai eskalasi konflik berpotensi meluas dan menimbulkan krisis kemanusiaan serta gangguan stabilitas global jika tidak segera dikendalikan.
  • How?
    Melalui lima langkah utama: gencatan senjata segera, dimulainya dialog damai, perlindungan warga sipil, pengamanan jalur pelayaran internasional, serta kepatuhan terhadap Piagam PBB.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
China dan Pakistan mau bantu supaya perang di Timur Tengah berhenti. Mereka bilang semua harus damai dan ngobrol baik-baik. Dua menteri dari China dan Pakistan ketemu di Beijing buat ngomongin ini. Mereka minta orang-orang jangan diserang lagi, kapal dijaga, dan bantuan buat orang yang susah dikirim cepat. Sekarang mereka tunggu semua mau ikut damai.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Inisiatif lima poin yang diajukan China dan Pakistan mencerminkan semangat konstruktif di tengah ketegangan global. Dengan menekankan gencatan senjata, perlindungan warga sipil, dan penghormatan terhadap kedaulatan negara, keduanya menunjukkan komitmen pada jalur diplomasi yang berlandaskan hukum internasional sebagai upaya nyata meredakan penderitaan kemanusiaan dan menjaga stabilitas kawasan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Di tengah eskalasi konflik Timur Tengah yang belum mereda, China dan Pakistan tampil dengan inisiatif bersama untuk mendorong perdamaian. Keduanya mengajukan lima poin rencana yang menekankan penghentian perang dan pembukaan jalur diplomasi.

Usulan tersebut disampaikan setelah pertemuan Menteri Luar Negeri Pakistan Mohammad Ishaq Dar dengan Menteri Luar Negeri China Wang Yi di Beijing, Kamis (2/4/2026). Pertemuan ini menjadi salah satu upaya terbaru untuk meredam konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel.

Dalam pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Pakistan, kedua negara menyoroti urgensi penghentian permusuhan. Mereka juga memperingatkan bahwa konflik berpotensi meluas jika tidak segera dikendalikan.

Selain itu, China dan Pakistan menekankan jalur diplomasi tetap menjadi satu-satunya solusi realistis untuk mengakhiri krisis yang semakin kompleks.

Inisiatif ini muncul di tengah meningkatnya tekanan global, termasuk gangguan jalur energi dan meningkatnya korban sipil di berbagai wilayah terdampak.

1. 5 Poin utama yang disepakati

illustrasi miniatur tentara Iran (pexels.com/Saifee Art)

Dalam rencana yang diajukan, China dan Pakistan merumuskan lima langkah utama sebagai dasar penyelesaian konflik. Fokus utamanya adalah penghentian kekerasan dan pemulihan stabilitas kawasan.

Poin pertama adalah penerapan gencatan senjata secara segera. Langkah ini dianggap penting untuk menghentikan jatuhnya korban dan membuka ruang bagi dialog.

Kedua, kedua negara mendorong dimulainya perundingan damai secepat mungkin. Dialog dinilai sebagai jalan utama untuk menyelesaikan konflik yang melibatkan banyak pihak.

Selain itu, mereka juga menekankan perlindungan terhadap warga sipil serta pengamanan jalur pelayaran internasional, termasuk Selat Hormuz yang saat ini menjadi titik krisis global.

Poin terakhir adalah kepatuhan terhadap prinsip-prinsip Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yang dianggap sebagai dasar hukum internasional dalam menjaga perdamaian.

2. Soroti dampak kemanusiaan dan risiko eskalasi

Seorang warga melihat lokasi serangan misil Iran di Dimona, Israel, 22 Maret 2026. (AFP/John Wessels)

China dan Pakistan secara khusus menyoroti dampak kemanusiaan dari konflik yang terus berlangsung. Mereka menilai kondisi di lapangan semakin mengkhawatirkan.

Kedua negara menyerukan peningkatan upaya untuk mempercepat distribusi bantuan kemanusiaan ke wilayah terdampak. Akses bantuan dinilai menjadi salah satu kebutuhan mendesak.

Selain itu, mereka juga meminta penghentian serangan terhadap warga sipil dan infrastruktur vital. Langkah ini dianggap penting untuk mencegah krisis kemanusiaan yang lebih luas.

Dalam pernyataannya, kedua negara juga mengingatkan, eskalasi konflik dapat membawa dampak regional yang lebih besar, termasuk terhadap stabilitas global.

Mereka menegaskan pentingnya menjaga keselamatan kapal sipil dan komersial yang melintasi Selat Hormuz, mengingat peran strategis jalur tersebut bagi perdagangan dunia.

3. Tegaskan diplomasi, hormati kedaulatan negara

ilustrasi perang antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel (unsplash.com/Saifee Art)

Dalam inisiatif tersebut, China dan Pakistan kembali menegaskan, dialog dan diplomasi adalah satu-satunya jalan keluar yang realistis dari konflik ini. Keduanya juga menekankan pentingnya penghormatan terhadap kedaulatan wilayah, termasuk Iran dan negara-negara di kawasan Teluk.

Seruan ini menjadi penting di tengah meningkatnya ketegangan sejak serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu.

Serangan tersebut memicu respons balasan dari Iran berupa serangan rudal dan drone ke Israel, serta penargetan kepentingan AS di sejumlah negara Arab.

Rangkaian serangan tersebut dilaporkan menyebabkan korban sipil dan kerusakan infrastruktur, yang kemudian memicu kecaman dari berbagai negara.

Melalui inisiatif lima poin ini, China dan Pakistan berupaya menempatkan kembali penyelesaian konflik dalam kerangka hukum internasional dan mekanisme Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai fondasi perdamaian jangka panjang.

Editorial Team