Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Iran Masukkan Apple hingga Google sebagai Target Sah Serangan

Iran Masukkan Apple hingga Google sebagai Target Sah Serangan
logo perusahaan Google (Lee-Sean Huang from New York, USA, CC-BY 2.0, via Wikimedia Commons)
Intinya Sih
  • Pengawal Revolusi Iran (IRGC) menetapkan 18 perusahaan teknologi besar AS, termasuk Apple dan Google, sebagai target sah serangan balasan atas aksi militer AS-Israel terhadap Iran.
  • IRGC memperingatkan karyawan dan warga sipil di sekitar fasilitas perusahaan untuk segera meninggalkan area sebelum operasi dimulai, sementara perusahaan-perusahaan meningkatkan kewaspadaan di Timur Tengah.
  • Ancaman ini muncul setelah serangan gabungan AS-Israel menewaskan sejumlah tokoh penting Iran, memicu respons militer berupa pengiriman drone ke pusat komunikasi dan industri strategis Israel.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times – Pengawal Revolusi Iran (IRGC) melontarkan ancaman terbuka kepada 18 perusahaan teknologi besar asal Amerika Serikat (AS) yang beroperasi di kawasan Timur Tengah. Entitas tersebut dinyatakan sebagai sasaran sah sebagai bentuk balasan atas serangan militer AS dan Israel terhadap Iran.

Pernyataan itu disiarkan lewat kanal Telegram yang berafiliasi dengan IRGC pada Selasa (31/3/2026), yang menegaskan rencana aksi balasan berupa penghancuran unit-unit terkait setiap kali terjadi pembunuhan terhadap tokoh Iran.

“Mulai sekarang, untuk setiap pembunuhan, sebuah perusahaan Amerika akan dihancurkan,” kata mereka di Telegram, dikutip CNBC.

1. IRGC masukkan 18 perusahaan teknologi dalam daftar target

ilustrasi logo Apple
ilustrasi logo Apple (pexels.com/Armand Velandez)

IRGC menyebut perusahaan-perusahaan tersebut berperan dalam proses perencanaan dan pelacakan target pembunuhan serta dinilai mengabaikan berbagai peringatan agar menghentikan aktivitas itu. Daftar yang dimaksud meliputi Apple, Google, Meta, Microsoft, Nvidia, Intel, Oracle, Cisco, HP, IBM, Dell, Palantir, JPMorgan, Tesla, GE, Spire Solutions, Boeing, serta perusahaan kecerdasan buatan asal Uni Emirat Arab, G42.

Selain itu, IRGC menetapkan awal operasi pada Rabu (1/4/2026) pukul 20.00 waktu setempat dengan peringatan kepada karyawan untuk meninggalkan lokasi kerja demi keselamatan. Warga sipil yang berada dalam radius satu kilometer dari fasilitas perusahaan tersebut juga diminta berpindah ke area yang lebih aman, dilansir CNA.

2. Perusahaan teknologi tingkatkan kewaspadaan di Timur Tengah

ilustrasi logo Intel
ilustrasi logo Intel (pexels.com/Clément Proust)

Intel menegaskan bahwa keselamatan serta kesejahteraan karyawan menjadi prioritas utama, sehingga langkah perlindungan terhadap pekerja dan fasilitas di kawasan Timur Tengah tengah dilakukan sambil memantau situasi secara ketat.

James Henderson, Chief Executive Officer Healix, mengatakan kepada CNBC bahwa ancaman terhadap sektor teknologi telah berkembang menjadi pola berulang, dengan aset digital kini dipandang sebagai bagian dari konflik. Ia juga menjelaskan bahwa potensi krisis berikutnya dapat menyasar pusat data dan layanan cloud yang diperlakukan setara dengan target strategis lainnya.

Di sisi lain, Microsoft, Google, dan JPMorgan memilih tak memberikan tanggapan saat dimintai komentar terkait ancaman tersebut.

3. Serangan AS-Israel picu eskalasi dan balasan Iran

ilustrasi bendera Israel dan Amerika Serikat
ilustrasi bendera Israel dan Amerika Serikat (pexels.com/Photo By: Kaboompics.com)

Ancaman ini berkaitan dengan serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran yang dimulai pada 28 Februari 2026 dan menewaskan sejumlah tokoh penting, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei serta Panglima Pengawal Revolusi Mohammad Pakpour. Kepala keamanan Iran Ali Larijani bersama sejumlah figur kunci lainnya juga dilaporkan tewas dalam konflik tersebut.

Pihak Israel dan AS menyatakan serangan itu berhasil melemahkan Iran dengan menghilangkan pejabat tingkat tinggi, sementara sejumlah analis menilai Iran masih menunjukkan daya tahan untuk bangkit kembali.

Sebagai tanggapan, militer Iran menyebut telah mengarahkan drone ke pusat komunikasi, telekomunikasi, dan industri utama di Israel, termasuk fasilitas milik Siemens di dekat bandara internasional serta lokasi AT&T di Haifa, meski belum ada konfirmasi dari Israel mengenai dampaknya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ernia Karina
EditorErnia Karina
Follow Us

Latest in News

See More