Jakarta, IDN Times - Dokter Lintas Batas (MSF) telah membatalkan keputusannya untuk memberikan data pribadi stafnya yang bekerja di Gaza dan seluruh wilayah Palestina yang diduduki kepada Israel. Organisasi bantuan medis ini mengaku tidak memperoleh jaminan konkret yang dimintanya, termasuk jaminan bahwa informasi tersebut hanya akan digunakan untuk tujuan administratif dan tidak akan membahayakan keselamatan para stafnya.
“Sebagai akibatnya, dan karena tidak adanya jaminan-jaminan yang jelas tersebut, kami menyimpulkan bahwa kami tidak akan membagikan informasi staf dalam situasi saat ini. Tidak ada informasi staf yang telah dibagikan kepada otoritas Israel dalam proses ini," kata MSF dalam pengumumannya pada Jumat (30/1/2026), dikutip dari Al Jazeera.
Organisasi itu sebelumnya menuai kritik setelah mengumumkan akan menyerahkan data pribadi stafnya pekan lalu demi mencegah Israel menghentikan operasi kemanusiaannya di wilayah Palestina. Banyak pihak khawatir bahwa data tersebut akan digunakan Israel untuk menargetkan pekerja bantuan di Gaza, Yerusalem Timur, dan Tepi Barat yang diduduki.
